SEMARAPURA, Radar Bali- Puluhan perempuan usia senja di Kabupaten Klungkung tunjukkan kemampuan di ajang Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (14/5).
Meski tidak muda lagi, mereka tampak kompak dan energik untuk memenangkan perlombaan dengan total hadiah puluhan juta tersebut.
Total ada sebanyak 36 orang lansia yang terbagi dalam 4 tim mewakili masing-masing Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kabupaten Klungkung mengikuti perlombaan tersebut.
Sejak pagi hari, mereka telah bersiap dengan riasan dan kompak khas masing-masing kelompok di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya.
Dalam perlombaan yang dimulai pukul 09.00 itu, para lansia perwakilan masing-masing PAC tampak energik tanpa keragu-ragukan menunjukkan kekompakan kreasi gerak yang dilatih sejak 2 minggu terakhir.
”Ibu-ibu peserta lomba ini saya dengan berlatih secara tersembunyi di masing-masing tempat.
Ini sangat luar biasa dan menjadi motivasi bagi kami, ternyata usia tidak menyurutkan untuk berprestasi dan berkarya,” ungkap Koordinator Lomba, Tjokorda Gde Surya Putra yang juga Wakil Bupati Klungkung.
Tidak sekadar ajang perebutan juara, lomba ini merupakan upaya dalam memberikan lansia ruang gerak sehingga dapat menjadi lansia yang tangguh dan sehat.
”Dalam perlombaan ini, peserta lomba merebutkan 4 peringkat, yakni Juara I dengan hadiah Rp3 juta, Juara II dengan hadiah Rp2,5 juta, Juara III Rp2 juta dan Harapan I sebesar Rp1 juta,” imbuhnya.
Melihat besarnya antusias para peserta dalam mengikuti perlombaan, Ketua DPC PDIP Klungkung yang juga Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom dan Bupati Klungkung, I Made Satria memberikan bonus tambahan.
Sehingga Juara I perlombaan ini berhak atas hadiah sebesar Rp6,5 juta, Juara II Rp6 juta, Juara III Rp5,5 juta dan Harapan I Rp4,5 juta.
Di mana berdasarkan hasil penilaian dari 3 juri yang ada, Juara I berhasil diraih perwakilan PAC Klungkung, Juara II perwakilan PAC Banjarangkan, Juara III PAC Dawan dan Harapan I PAC Nusa Penida.
Editor : Rosihan Anwar