Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Geobag Lenyap Dihantam Ombak, Abrasi Banjar Nyuh Kian Horor, Seperempat Badan Jalan Pariwisata Mulai Tergerus

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:38 WIB
MAKIN PARAH : Abrasi di area Pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida. (ist)
MAKIN PARAH : Abrasi di area Pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida. (ist)

NUSA PENIDA, Radar Bali.id – Ancaman abrasi di pesisir Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, tampaknya sudah masuk zona merah.

Proyek darurat berupa deretan geobag (karung berisi pasir) yang sebelumnya dipasang untuk menahan gempuran ombak, kini dilaporkan telah lenyap disapu ombak besar.

Baca Juga: Bronjong Mandiri Hancur, Warga Pebuahan Tagih Kelanjutan Proyek Cegah Keganasan Abrasi

Tanpa adanya benteng penghalang, abrasi kian liar mengganas hingga mengancam infrastruktur vital di kawasan wisata tersebut.

Kondisi ini dibenarkan oleh warga setempat, Wayan Adnyana. Menurutnya, hilangnya geobag membuat ombak langsung menghantam daratan dan mengikis fasilitas publik.

Baca Juga: Relokasi Korban Abrasi Pantai Monggalan, Klungkung, Hanya Dua KK Pilih Rumah Deret, Sisanya Bedah Rumah

”Hampir seperempat badan jalan sekarang sudah terkikis. Kalau tidak kunjung ditangani secara permanen, jalan di pesisir Banjar Nyuh ini bisa putus. Padahal jalur ini sangat vital untuk aktivitas pariwisata,” keluh Adnyana penuh waswas.

Baca Juga: Mangrove Mati Diduga Paparan Minyak, Fungsi Cegah Abrasi, Pemulihan Butuh Waktu Lama

Ia menambahkan, Pelabuhan Banjar Nyuh merupakan pintu masuk utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

 Pemandangan pesisir yang hancur dan jalanan yang tergerus tentu saja mencoreng wajah pariwisata Nusa Penida dan mengurangi kenyamanan para pelancong.

Tiga Tahun Terbengkalai tanpa Penanganan Permanen

Usut punya usut, petaka abrasi di pesisir Banjar Nyuh ini sejatinya sudah berlangsung lama, yakni lebih dari tiga tahun. Sepanjang kurang lebih 500 meter garis pantai di sana kini kondisinya merana karena belum tersentuh penanganan permanen.

Pemerintah Kabupaten Klungkung sendiri mengaku tidak tinggal diam melihat wilayahnya digerus ombak. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Klungkung, Made Jati Laksana, menyatakan pihaknya terus berjuang melobi pusat.

”Bapak Bupati sudah mengajukan proposal beberapa kali ke Kementerian PU Dirjen Sumber Daya Air. Kami dari Dinas PUPRPKP juga mendampingi langsung Bapak Bupati ke Kementerian PU untuk berkoordinasi, memohon agar penanganan tanggul pantai di Monggalan dan Banjar Nyuh ini bisa segera ditangani pusat,” ujar Jati Laksana, Kamis (21/5). [*]

Editor : Hari Puspita
#abrasi #pemanasan global #nusa penida #klungkung #geobag