Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bau Busuk Menyengat Hantui Jalan Raya Watu Klotok, Klungkung, Ternyata Ada Bisnis Jemur Bulu Ayam

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 26 Mei 2026 | 06:42 WIB
CEK LANGSUNG TEMPAT KEJADIAN: Sejumlah warga dan anggota DPRD Klungkung, I Wayan Mastra mendatangi lokasi penjemuran bulu ayam yang yang menyebarkan bau busuk. (foto:Dewa Ayu Pitri Arisanti)
CEK LANGSUNG TEMPAT KEJADIAN: Sejumlah warga dan anggota DPRD Klungkung, I Wayan Mastra mendatangi lokasi penjemuran bulu ayam yang yang menyebarkan bau busuk. (foto:Dewa Ayu Pitri Arisanti)

SEMARAPURA, Radar Bali.id - Pengguna jalan dan warga yang melintas di sekitar Jalan Raya Watu Klotok, Desa Tojan, Kecamatan Klungkung dibuat megap-megap sejak dua bulan terakhir.

Bau busuk yang sangat menyengat hidung tercium menyebar di kawasan tersebut, Senin (25/5/2026). 

Setelah ditelusuri, bau bangkai tersebut bersumber dari aktivitas penjemuran bulu ayam skala besar di belakang Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Desa (TPSTD) Tojan.

Baca Juga: Togar Situmorang Klarifikasi terkait Proyek Mesin Propolis Solusi Sampah di Pulau Bali, dan Permintaan Maaf Agar Tidak Dikaitkan dengan Made Hiroki

Kondisi ini dikeluhkan oleh Wayan Suminta, salah seorang warga Desa Tangkas yang sehari-harinya mengais rezeki dengan berjualan makanan di pinggir Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, tak jauh dari lokasi penjemuran. Saat ditemui Senin (25/5/2026), Suminta menyebut bau busuk tersebut sangat menyiksa warga sekitar karena kerap terbawa angin kencang.

”Apalagi kalau habis turun hujan, terus tiba-tiba mataharinya terik menyengat. Wah, bau busuk dari bulu ayam itu langsung menguap dan baunya makin menjadi-jadi,” keluhnya dengan wajah masam.

Sebagai pedagang kuliner, Suminta mengaku omzetnya terancam ambles. Pasalnya, konsumen tentu berburu tempat makan yang bersih, nyaman, dan higienis. ”Walaupun pembeli tidak protes langsung ke saya, tapi dari gerak-gerik mereka yang menutup hidung saat makan sudah kelihatan kalau sangat terganggu. Padahal di sepanjang pinggir jalan ini banyak yang jualan makanan,” keluhnya.

Ia pun mengetuk pintu hati pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan menyegel aktivitas tersebut. ”Sebenarnya warga sudah ada yang melapor ke pihak desa, tapi buktinya sampai sekarang bau menyengat ini masih saja muncul,” ketusnya.

Di lokasi penjemuran, terpantau seorang buruh asal Sumba, NTT bernama Matius Bili, 19, sedang sibuk membolak-balik bulu ayam di atas lahan seluas 3 are. Matius mengaku dirinya baru bekerja seminggu di tempat itu. Bulu-bulu ayam tersebut dikirim dalam kondisi basah kuyup dari pengepul untuk dikeringkan di lokasi.

”Biasanya dua hari sekali dikirim ke sini pakai mobil pikap waktu pagi hari. Nanti kalau sudah kering, bulu-bulu ini akan dikirim ke luar Bali. Saya sendiri jujur tidak tahu mau dipakai untuk kerajinan apa di sana,” aku Matius.

Matius mengaku nekat melakoni pekerjaan bau tersebut karena diiming-imingi upah Rp2,5 juta per bulan. Saking menyengatnya, ia bahkan sempat tumbang di hari pertama kerja. ”Waktu pertama kali kerja di sini, saya langsung mual-mual sampai muntah karena bau busuknya tidak kuat. Kalau ada pekerjaan lain yang lebih layak, saya pasti langsung pindah,” akunya polos.

Kondisi pelik ini rupanya memantik atensi dari parlemen. Anggota DPRD Klungkung, I Wayan Mastra yang langsung turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi setelah menerima rentetan keluhan warga, meradang. Politisi ini mendesak agar dinas terkait segera melakukan tindakan tegas eksekusi.

”Ini sudah keterlaluan dan sangat mengganggu. Ini menyangkut masalah sanitasi dan kesehatan warga sekitar yang bermukim dan berjualan di sini. Segera lah, instansi penegak perda harus turun dan tempat penjemuran ini harus ditutup!” tegas Wayan Mastra berang. [*]

Editor : Hari Puspita
#kebersihan lingkungan #polisi udara #bau busuk #klungkung