SEMARAPURA, Radar Bali.id – Mesin pengolahan sampah sistem pyrolysis dengan teknologi asal Cook Islands atau Kepulauan Cook yang ditempatkan di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan mulai rampung.
Bahkan, satu unit berukuran lebih kecil dengan kapasitas pengolahan 750 kilogram per siklus atau sekitar 10 jam telah berhasil menjalani uji coba.
Baca Juga: Diangkut Tujuh Kontainer, TOSS Center Kusamba Siapkan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah
Terkait hal itu, Bupati Klungkung I Made Satria mengunjungi TOSS Center untuk melihat secara langsung progres perakitan mesin pengolah sampah yang diproduksi di Tiongkok itu, Minggu (7/6/2026).
Baca Juga: Datangkan Mesin Canggih dari Australia, TOSS Center Klungkung Targetkan Bebas Residu Mulai Mei
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Satria mendapat penjelasan mengenai perkembangan pemasangan tiga unit mesin pengolah sampah tersebut.
Dari ketiga mesin tersebut, satu unit berukuran lebih kecil dengan kapasitas pengolahan 750 kilogram per siklus atau sekitar 10 jam telah berhasil menjalani uji coba. Hasil uji coba menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Dari pengolahan 13 ban bekas berukuran ban truk, mesin mampu menghasilkan sekitar 120 liter minyak. Sementara itu, pengolahan 200 kilogram Refuse Derived Fuel (RDF) menghasilkan kurang lebih 80 liter minyak.
”Secara kasat mata, hasilnya sudah bagus. Ini merupakan salah satu terobosan dalam penanganan sampah di Klungkung. Mesin yang paling kecil sudah diuji coba sesuai harapan. Saat ini tinggal melakukan uji emisi untuk memastikan pengoperasiannya benar-benar ramah lingkungan,” terang Satria.
Satria berharap seluruh tahapan pengujian dapat segera diselesaikan sehingga mesin pengolah sampah tersebut dapat mulai dioperasikan pada akhir Juni 2026. Menurutnya, semakin cepat fasilitas ini beroperasi maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan dalam mengurangi volume sampah dan mendukung terwujudnya pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan di Kabupaten Klungkung.
”Semakin cepat bisa dioperasikan tentu semakin baik, sehingga upaya penanganan sampah di Klungkung dapat berjalan lebih optimal,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita