Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gunakan Teknologi Modern Asal Cook Islands, Residu Sampah Nusa Penida Bakal Dikirim ke TOSS Center Kusamba

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 10 Juni 2026 | 08:04 WIB
DIUJI COBA : Uji coba mesin pengolahan sampah sistem pyrolysis dengan teknologi asal Cook Islands atau Kepulauan Cook yang ditempatkan di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center. (foto: Dewa Ayu Pitri Arisanti)
DIUJI COBA : Uji coba mesin pengolahan sampah sistem pyrolysis dengan teknologi asal Cook Islands atau Kepulauan Cook yang ditempatkan di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center. (foto: Dewa Ayu Pitri Arisanti)

SEMARAPURA, Radar Bali.id - Terobosan besar dalam penanganan darurat sampah di Bumi Serombotan terus digulirkan Pemkab Klungkung.

Baca Juga: Uji Coba Mesin Pyrolysis Asal Kepulauan Cook Sukses, TOSS Center Klungkung Segera Produksi Minyak Akhir Juni

Mesin pengolahan sampah sistem pyrolysis dengan teknologi canggih asal Cook Islands (Kepulauan Cook) yang kini ditempatkan di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, mulai diuji coba.

Baca Juga: Datangkan Mesin Canggih dari Australia, TOSS Center Klungkung Targetkan Bebas Residu Mulai Mei

Mesin ini tidak hanya ditargetkan menuntaskan persoalan sampah di Klungkung daratan, melainkan juga menyasar residu sampah dari wilayah kepulauan Kecamatan Nusa Penida.

Bupati Klungkung, I Made Satria seusai meninjau langsung jalannya uji coba mesin pengolahan sampah sistem pyrolysis tersebut pada Selasa, 9 Juni 2026 mengungkapkan, mesin modern ini ditargetkan sudah bisa mulai beroperasi penuh pada bulan Juni 2026 ini.

Pada awal pengoperasiannya, mesin ini akan difokuskan untuk mengikis habis tumpukan sampah lama yang telah menggunung di TOSS Center. Setelah tumpukan tersebut klir, barulah sampah-sampah segar dari kawasan pedesaan diangkut ke lokasi ini.

”Produksi sampah secara keseluruhan di Kabupaten Klungkung, termasuk Nusa Penida saat ini mencapai 100 hingga 150 ton per hari. Sementara untuk wilayah Nusa Penida sendiri menyumbang sekitar 60 ton sampah per harinya,” beber Bupati Made Satria.

Kendati mesin pyrolysis ini diklaim mampu melahap dan mengolah sampah tanpa pemilahan awal, Bupati tetap mewanti-wanti warga Klungkung untuk disiplin memilah sampah dari rumah tangga.

Sebab, kinerja mesin berbasis teknologi tinggi ini akan jauh lebih maksimal dan efisien jika sampah yang dimasukkan tidak bercampur aduk. ”Dari hasil pengolahan sampah di mesin ini, nantinya bisa menghasilkan produk turunan yang bernilai ekonomis seperti kawat baja, carbon black, hingga minyak pyrolysis (pyrolysis oil),” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, Dewa Komang Aswin menambahkan, skema penanganan sampah di Nusa Penida akan dibagi menjadi beberapa klaster.

Untuk sampah jenis organik akan langsung diolah di Nusa Penida menjadi pupuk, sedangkan sampah plastik bernilai ekonomis akan disalurkan ke bank sampah.

”Sementara untuk sampah residu yang tidak bisa diolah lagi, akan dikirim dari Nusa Penida menuju TOSS Center Kusamba,” ungkap Dewa Aswin.

Lebih lanjut diungkapkannya, pengiriman residu sampah dari Kecamatan Nusa Penida menuju TOSS Center dijadwalkan setiap dua minggu sekali atau sebulan dua kali. Pengangkutan massal ini akan memanfaatkan fasilitas KMP Nusa Jaya Abadi (NJA) milik Pemkab Klungkung.

Mengingat kapal roro tersebut juga menjadi urat nadi pengangkutan barang kebutuhan pokok dan penumpang, dinas terkait memastikan pengiriman residu sampah ini diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan polusi bau atau mengganggu kenyamanan.

”Pengiriman sampah residu ini digratiskan. Untuk teknis dan pengaturan jadwal pengirimannya di pelabuhan nanti akan dibantu sepenuhnya oleh Dinas Perhubungan,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#TOSS Center Klungkung #sampah residu #pengolahan sampah #tpa