SEMARAPURA, radarbali.jawapos.com - Kebijakan strategis Gubernur Bali, Wayan Koster yang menginstruksikan uji coba penambahan frekuensi pelayaran perintis rute Padangbai - Nusa Penida, menjadi tiga kali sehari guna menekan tingginya harga kebutuhan pokok, mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif.
Sebab ketimpangan harga kebutuhan pokok di Nusa Penida ini sudah menjadi persoalan menahun.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom mengungkapkan, DPRD Klungkung bersama pemerintah daerah berulang kali menerima keluhan langsung dari masyarakat terkait harga barang yang melambung jauh dibanding wilayah daratan Bali.
Berbagai strategi dilakukan, termasuk subsidi penyeberangan barang kebutuhan pokok.
”Gejolak harga tersebut murni dipicu oleh kendala transportasi penyeberangan logistik, bukan karena permainan spekulan,” ujarnya.
Tingginya angka kunjungan pariwisata dan pertumbuhan penduduk di Nusa Penida memicu lonjakan konsumsi yang tidak sebanding dengan kelancaran distribusi barang.
Jukum pasar otomatis berlaku membuat harga-harga kebutuhan pokok meningkat.
”Kebutuhan masyarakat dan sektor akomodasi di sana sangat tinggi, sementara stok cepat habis.
Sementara barang dari daratan tidak bisa langsung diseberangkan karena keterbatasan jadwal kapal,” kata pria yang akrab disapa Gung Anom ini.
Dengan penambahan kuota penyeberangan menjadi 3 kali sehari, Gung Anom berharap kapal motor penumpang (KMP) Nusa Jaya Abadi yang merupakan KMP milik Pemerintah Kabupaten Klungkung dapat dioptimalkan dalam menekan harga kebutuhan pokok pada utamanya.
”Saya berharap persoalan yang berlangsung bertahun-tahun lamanya ini segera teratasi,” tandasnya.
Editor : Rosihan Anwar