Gelar Pecaruan dan Ulap-Ulap, TOSS Center Klungkung Mulai Uji Coba Mesin Pengolah Sampah Pyrolysis

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 12:06 WIB
LANGSUNG TANCAP GAS : Gelar pacara pecaruan, serta melaspas di Hanggar C TOSS Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. (foto: Pemkab Klungkung)
LANGSUNG TANCAP GAS : Gelar pacara pecaruan, serta melaspas di Hanggar C TOSS Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. (foto: Pemkab Klungkung)

SEMARAPURA, Radar Bali.id – Perakitan mesin pengolahan sampah sistem pyrolysis di Hanggar C TOSS Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, resmi rampung.

Baca Juga: Melongok Aktivitas Yayasan  Get Plastic Kenalkan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi BBM Alternatif

Sebagai landasan spiritual, pengelola menggelar upacara pecaruan dan melaspas pada Rabu (29/7/2026) sebelum uji coba mesin resmi dimulai pada Kamis (30/7/2026).

”Prosesi ini digelar oleh PT Bali Bersih Bersinar sebagai landasan moral dan spiritual sebelum dimulainya operasional mesin pengolahan sampah modern,” ungkap Bupati Klungkung, I Made Satria.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, Dewa Komang Aswin mengungkapkan, terdapat tiga unit mesin pyrolysis yang siap diuji coba mulai Kamis (30/7/2026). Peralatan tersebut terdiri dari dua unit mesin berkapasitas 4 ton per hari dan satu unit berkapasitas 750 kilogram.

”Kami utamakan pengolahan sampah residu terlebih dahulu. Estimasinya 11 ton sampah residu per hari,” terangnya.

Kendati berfokus pada pengolahan residu, desa-desa di wilayah Klungkung daratan belum diperkenankan mengirimkan sampah residu ke TOSS Center untuk sementara waktu. Prioritas utama saat ini adalah mengurai tumpukan sampah yang telah menggunung di lokasi dengan estimasi volume mencapai seribu ton lebih.

”Untuk sampah yang masuk ke TOSS sekitar 35 ton sampai 40 ton per hari, dengan rincian sampah residu 10–15 ton dan sampah organik 20–25 ton per hari. Untuk pengiriman sampah residu dari desa, nanti kami komunikasikan langsung dan segera dijadwalkan,” beber Dewa Aswin.

Guna mempercepat proses penguraian tumpukan, dalam waktu dekat juga akan diuji coba mesin pengolahan berkapasitas besar hingga 80 ton per hari. Namun, pemilahan tetap dilakukan karena sebagian sampah yang mengendap sudah melunak menjadi tanah.

Kerja sama uji coba pengolahan sampah modern ini dijadwalkan berlangsung selama satu tahun hingga Desember 2026 mendatang. ”Nantinya akan kami tindaklanjuti dengan kontrak kerja sama yang baru,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
pengelolaan sampah TOSS Center Klungkung melaspas mesin pengolah sampah pecaruan