NUSA PENIDA, Radar Bali.id – Tahap awal revitalisasi Pasar Mentigi di Kecamatan Nusa Penida resmi dimulai. Sebanyak 293 pedagang yang menggantungkan mata pencaharian di pasar tersebut mulai direlokasi sejak Sabtu (15/8/2026) ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Lapangan Umum Sampalan, Desa Sampalan.
Baca Juga: Siapkan Dana Rp6,8 Miliar, Pasar Taman Sari Tabanan Bakal Disulap Modern, Relokasi Awal Juni 2026
Dengan rampungnya proses pemindahan, bangunan lama Pasar Mentigi kini siap dibongkar untuk memasuki tahap konstruksi fisik.
Guna memastikan kenyamanan pedagang dan calon pembeli selama masa transisi, Bupati Klungkung, I Made Satria, 54, bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya, 51, serta Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma Putra, 42, meninjau langsung kesiapan TPS pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Dalam tinjauannya, Bupati Satria meminta pihak kontraktor untuk segera melakukan perabatan beton ringan pada lantai TPS. Langkah ini dinilai krusial agar area penampungan tidak berdebu saat musim kemarau dan tidak becek ketika memasuki musim hujan.
”Revitalisasi Pasar Mentigi dikerjakan dalam dua tahap dengan total anggaran mencapai hampir Rp98 miliar. Tahap pertama tahun 2026 ini dianggarkan sekitar Rp45,6 miliar, sedangkan tahap kedua pada 2027 sebesar Rp52 miliar,” jelas Bupati Satria pada Selasa (18/8/2026).
Pengerjaan fisik tahap pertama dipercayakan kepada penyedia PT Pandu Jaya Karya dengan konsultan pengawas CV Jaya Desain dengan target durasi pengerjaan selama 180 hari kalender.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, I Komang Dharma Suyasa, 52, menjelaskan bahwa masing-masing kios TPS berukuran 2 x 2 meter. Pihaknya telah intensif melakukan sosialisasi agar pedagang dapat menyesuaikan volume barang dagangan selama berada di TPS penampungan.
Nantinya, Pasar Mentigi yang baru akan dibangun megah bertingkat. Lantai satu difungsikan khusus untuk pedagang kebutuhan pokok, sedangkan lantai dua dirancang sebagai area kuliner (food court) yang menyajikan pemandangan laut (sea view) guna mendukung sektor pariwisata Nusa Penida.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali