SEMARAPURA, Radar Bali.id - Hantaman aliran sungai yang cukup deras menyebabkan terjadinya abrasi di sepanjang Sungai Unda, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung. Kondisi itu menyebabkan belasan rumah warga yang berdiri di dekat sungai terancam.
Tidak tinggal diam, pihak desa berinisiatif melakukan normalisasi alur sungai dengan menggeser jalur aliran sungai menjauh dari kawasan permukiman.
Baca Juga: Badah! Hendak Cuci Kendaraan Berujung Apes, Truk Besar Terseret Arus Sungai Kali Unda
Tokoh masyarakat Desa Tangkas, Ketut Sujana mengungkapkan, abrasi di bantaran Sungai Unda bukan persoalan baru.
Sejumlah bangunan sebelumnya mengalami kerusakan hingga ambrol akibat terus terkikis arus sungai. Dan kini, sekitar 15 rumah warga berada di zona rawan jika abrasi kembali meluas. ”Ada belasan rumah warga yang terancam. Kalau terus dikikis aliran air sungai, bangunan warga bisa roboh,” katanya.
Baca Juga: Sungai Unda Mengalami Pendangkalan, 550 Hektare Sawah di Dawan Terancam Gagal Panen
Untuk itu, pihak desa bekerja sama dengan pihak swasta dalam penyediaan alat berat guna melakukan normalisasi aliran Sungai Unda di Desa Tangkas. Pembuatan alur sungai baru menjadi tindakan darurat agar aliran sungai tidak terlalu dekat dengan rumah penduduk.
Sementara untuk jangka panjang, pembangunan tanggul permanen menjadi kebutuhan mendesak untuk mengamankan permukiman sekaligus kawasan di sekitar Sungai Unda.
”Setelah dilakukan normalisasi, perlu dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur pengaman sungai yang permanen. Kondisi ini juga mulai mengancam kawasan embung di kawasan PKB. Kalau musim hujan, air masuk sampai ke kawasan embung. Bahkan jalan-jalan pintas menuju embung sudah terkikis,” tandasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali