Juru bicara Kementerian Kesehatan dr. Syahril mengatakan, penggunaan Fomepizole menunjukkan 95 persen pasien anak di RSCM terus membaik. Artinya efikasinya baik dalam memberikan kesembuhan.
“Dan kita cukup beruntung saat ini ada 246 vial fomepizol yang sudah ada di Indonesia di mana sebagian besar atau 87 persen nya adalah donasi gratis dari negara lain (Jepang dan Australia),” katanya kepada wartawan, Kamis kemarin (3/11).
Sementara itu, Indonesia sebelumnya sudah membeli sendiri sebanyak 30 vial dari Singapura. Sudah sebanyak 17 rumah sakit di 11 Provinsi yang mendapatkan distribusi Fomepizole.
Pertimbangan pemberian fomepizol karena adanya perbaikan kondisi pasien setelah diberikan terapi pengobatan. Fomepizole, ini membuktikan pengobatannya efektif menyembuhkan dan mengurangi perburukan gejala.
“Kami sampaikan tidak ada komersialiasi obat-obatan oleh Kemenkes, tetapi semata-mata hanya untuk menyelamatkan anak-anak,” kata Syahril.
WHO sudah mengindikasikan penyebab gagal ginjal karena EG DEG dan lainnya, dan fomepizole menjadi opsi antidot. Menurut Syahril, kasus gangguan ginjal akut sudah turun sejak 18 Oktober sejak dikeluarkannya SE Dirjen Yankes yang meminta tenaga kesehatan dan apotek untuk tidak memberikan obat dalam bentuk sirop kepada masyarakat.
“Kenaikan jumlah kasus karena telatnya pelaporan, sebagian besar kasus bulan agustus dan September,” jelasnya. (jpg)
Editor : Donny Tabelak