Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sugawa Sarankan Di APBD 2023 Bantu Infrastruktur Pura dan Merajan

Rosihan Anwar • Jumat, 18 November 2022 | 17:51 WIB
SARAN: Sugawa Korry menyarankan APBD 2023 menyentuh pembangunan Pura dan Merajan. (IST)
SARAN: Sugawa Korry menyarankan APBD 2023 menyentuh pembangunan Pura dan Merajan. (IST)
DENPASAR, Radar Bali- Pembahasan final pansud/banggar dengan TAPD Provinsi Bali, tentang APBD Induk 2023.  Terdapat perubahan postur APBD Bali 2023, memasuki pembahasan tahap akhir. Disepakati perubahan dari penfapatan daerah dari 5741,8 T menjadi 6632,9 T, yaitu bertambah sebesat 891,09 M, disebabkan oleh peningkatan PAD, dana transfer dan DID.

Sedangkan belanja meningkat dari 5631,2 T menjadi 7274,05 T, dimana dari rencana surplus 1,93% menjadi defisit 9,67persen.  Peningkatan  belanja, disebabkan peningkatan kebutuhan anggaran untuk BKK ke kabupaten sebagai dampak dari bencana alam banjir dan lain-lain.

Ketua DPD Golkar Bali, Dr I Nyoman Sugawa Korry mengapresiasi , perubahan struktur APBD 2023 telah mengakomodasi aspirasi peningkatan  pendapatan perangkat desa menjadi 31,44 M dan 11, 448 M untuk incentive kades. "Untuk perangkat desa , sekdes 500 ribu dan kaur 300 ribu. Untuk rencana, bantuan BKK kepada kabupaten yang terdampak bencana banjir sebesar 200 M diharapkan betul-betul diberikan sesuai dengan usulan dari daerah," ucapnya.


Lebih lanjut dikatakan jika memungkinkan infrastruktur, pura/merajan dan rumah-rumah masyarakat juga dibantu. Direncanakan ketok palu tanggal 22 November 2022. "Kami menyampaikan apresiasi atas kondusifitas pembahasan kepada eksekutif maupunn badan anggaran.

Ke depan, kami akan bahas secara khusus dan mendasar terkait keadilan dalam pemberian bantuan BKK kepada desa adat, dimana desa adat yg besar, baik jumlah banjar adat dan penduduk/ krama mendapat bantuan bkk yang sama besarnya dengan desa adat yang kecil," jelasnya.

Sugawa mengharapkan  untuk itu kedepan diharapkan dikaji dengan baik, sehingga keadilan pemberian bantuan bisa diwujudkan. (feb/mar) Editor : Rosihan Anwar
#golkar #APBD 2023 #sugawa korry