Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gempa Cianjur: 268 Orang Meninggal Dunia, 151 Hilang, Puluhan Ribu Rumah Rusak

Donny Tabelak • Rabu, 23 November 2022 | 16:25 WIB
Presiden Joko Widodo saat meninjau tenda pengungsian korban gempa Cianjur, Jawa Barat, Selasa kemarin (22/11/2022). (BNPB UNTUK RIAUPOS.CO)
Presiden Joko Widodo saat meninjau tenda pengungsian korban gempa Cianjur, Jawa Barat, Selasa kemarin (22/11/2022). (BNPB UNTUK RIAUPOS.CO)
KORBAN meninggal karena gempa berkekuatan 5,6 magnitudo di Cianjur, Jawa Barat, sebanyak 268 orang. Dari 268 korban meninggal itu baru teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah.

Korban meninggal itu berdasarkan data terupdate yang dirilis Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menggelar jumpa pers di Cianjur, Selasa, (22/11/2022).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dari 268 korban meninggal baru teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah. “Selain itu masih ada korban hilang sejumlah 151 orang. Apakah 151 orang ini bagian dari yang 122 belum teridentifikasi itu kami masih lakukan pendataan. Bisa saja yang hilang itu berada didata itu,” katanya seperti dikutip dari  Riaupos.co (grup radarbali.id).

Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo Barat Daya Cianjur yang meluluhlantakkan Kabupaten Cianjur, itu juga mengakibatkan  korban luka-luka baik ringan ataupun berat sebanyak 1.083 orang dan korban mengungsi berjumlah 5.832 orang.

Data tersebut merupakan data terupdate yang dirilis oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menggelar jumpa pers di Pendopo Cianjur, Selasa, (22/11/2022).

Mengenai data mayoritas kelompok usia ataupun jenis kelamin yang mendominasi sebagai korban meninggal, Letjen TNI Suharyanto belum dapat memberikan data pasti mengingat masih terus melakukan pendataan. “Memang yang banyak meninggal itu anak-anak karena saat kejadian tengah mengaji, tetapi kami belum bisa menjawab pasti mengenai jumlah dan klasifikasi lainnya,” ujarnya.

Selain itu pihaknya mencatat 6.070 unit rumah warga rusak berat, sedang sebanyak 2.071 unit dan ringan 12.400 unit. “Sedangkan sisanya masih terus kita laksanakan pendataan,” ungkapnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi Prof. Drs. Muhammad Tito Karnavian meminta agar Bantuan Tak Terduga (BTT) Kabupaten/Kota di Jawa Barat diberikan kepada Kabupaten Cianjur. “Sebaiknya Kabupaten/Kota di Jawa Barat mengalokasikan BTT nya ke Kabupaten Cianjur untuk penanganan dampak dari gempa,” kata Tito.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, BTT Kabupaten Cianjur telah terpakai penanganan bencana di wilayah Cianjur Selatan.
“BTT di Cianjur Rp5 Miliar sudah terpakai penanganan bencana di Cidaun,” tandasnya.  (jpg) Editor : Donny Tabelak
#korban gempa cianjur #presiden joko widodo #gempa bumi #gempa Cianjur