BEGITU kabar kelangkaan menyebar, Jawa Pos Radar Bali pun menelusuri. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sejumlah SPBU di Jembrana kehabisan stok bahan bakar. Terpantau di salah satu SPBU di Jembrana terpasang pengumuman pertalite dan solar kosong, sedang dalam perjalanan.
Menurut sopir truk, solar mulai sulit sejak akhir pekan lalu. Sebagian besar SPBU sepanjang jalan dari Gilimanuk hingga Denpasar solarnya kosong. Ada beberapa SPBU yang masih memiliki stok solar membatasi penjualan hanya Rp 100 ribu per unit truk. "Antrean sudah dimana -mana," kata ketua umum pasemetonan sopir logistik Bali I Putu Oka Margana, Senin (5/12).
Karena kosongnya solar di SPBU tersebut, sopir logistik mengeluh karena tidak bisa bekerja. Sejumlah sopir terpaksa menunggu di SPBU hingga nantinya dapat solar. Karena keterbatasan solar ini, distribusi logistik terganggu. "Sekarang banyak teman saya yang belum dapat solar, masih standby di sejumlah SPBU di wilayah Negara. Seharusnya hari ini sudah masuk kota Denpasar," terangnya.
Menurutnya, sopir truk menuntut agar stok solar ditambah dan jatah truk besar dan truk kecil jangan disamakan. "Kita masih bersabar menunggu, jika sampai terjadi beberapa hari ke depan masih terjadi kesulitan kemungkinan besar kita akan turun menyampaikan aspirasi," ujarnya.
Sementara itu, untuk solar subsidi bagi nelayan di SPBN Pengambengan diklaim masih aman. Menurut informasi, kebutuhan solar untuk nelayan habis pada Senin pagi dan akan ditambah pada Senin sore. Saat ini, sudah minim nelayan yang melaut karena dan memasuki bulan purnama.
Terpantau di SPBN Pengambengan tidak ada antrean jeriken nelayan seperti hari kerja. Menurut pengelola SPBN Pengambengan Ni Putu Dwi Tantri, stok solar subsidi untuk nelayan masih tercukupi. "Masih aman," ujarnya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Ketut Wardana Naya mengatakan bahwa kebutuhan solar subsidi nelayan di Jembrana masih aman. "Tidak ada nelayan yang mengeluh kekurangan solar," ujarnya.
Menurutnya, biasanya ketika stok solar di SPBN habis, rekomendasi dikeluarkan untuk nelayan agar membeli di SPBU terdekat. "Tadi ada nelayan minta rekomendasi, tidak ada keluhan kekurangan solar. Biasanya ketika solar habis, nelayan yang pertama kali mengeluh," ungkapnya. (m.basir/radar bali)
Editor : Hari Puspita