Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waw! Balian Usada Dibuatkan Aplikasi Situs Bali, Ada Pengobatan Karena Ilmu Hitam

M.Ridwan • Sabtu, 14 Januari 2023 | 02:00 WIB
KHAS BALI: Salah seorang Balian sedang menerima konsultasi tamu asing untuk pengobatan tradisional ala Bali.
KHAS BALI: Salah seorang Balian sedang menerima konsultasi tamu asing untuk pengobatan tradisional ala Bali.
DENPASAR,radarbali.id -   Gubernur Bali Wayan Koster serius membangkitkan pengobatan alternatif. Hal itu dibuktikan, Pemerintah Provinsi Bali membuat aplikasi untuk pengobatan khusus tradisional bernama Situs Bali. Diwawancarai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Nyoman Gede Anom  membenarkan rencana pembuatan aplikasi pengobatan tradisional yang saat ini  masih dalam penyempurnaan karena masih dalam bentuk provide. Katanya,  yang akan mempublikasi adalah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika Provinsi Bali (Diskominfos). Saat ini aplikasi belum dipublikasi karena masih mengumpulkan nama-nama pangusada (balian usada).  Nama aplikasinya adalah situs Bali disana akan terdapat berbagai pilihan, mulai pelayanan alternatif yang disediakan di  rumah saki, griya sehat sampai tempat praktek pribadi balian.

Dalam aplikasi itu, akan menggandeng 6.000 pangusada (balian usada)  yang terhimpun di Gotra Pangusada Bali. Mereka   yang memiliki keahlian mengobati secara tradisional. "Yang publish Diskominfos itu namanya situs Bali, nanti menu-menu atau fitur-fitur yang ada di situs Bali itu rumah sakit yang melayani layanan tradisional. Sekarang di Bali semua Rumah Sakit Negeri sudah melayani jadi itu akan ditampilkan. Kalau rumah sakit kan yang melayani tenaga kesehatan  yang terlatih bukan pengusada nakesnya disana," ucapnya.

Nakes yang akan melayani pasien di pelayanan kesehatan tradisional adalah orang yang dilatih seperti  akupuntur, akupresur, dan  energi prana itu yang akan ditampilkan di menu aplikasi untuk pengobatan tradisional di Rumah Sakit. Kedua, selain rumah sakit juga terdapat  nama-nama griya sehat yang ada di Bali. "Artinya selain RS, ada geria sehat yang tenaga profesionalnya telah dilatih. Ada nama-nama pengusada nantinya di aplikasi itu. Kalau lihat data di gotra pengusada jumlahnya hampir 6 ribu anggotanya di Bali yang memiliki pengobatan dibidang tradisional," terangnya.

Gede Anom menjelaskan, aplikasi ini bertujuan  menyosialisasikan  usada Bali atau pengobatan tradisional Bali kepada masyarakat. Bukan untuk orang Bali saja, namun cita-citanya pengobatan tradisional bali  dapat dikenal sampai kancah internasional. Sebab, teknik pengobatan tradisional ini digali dari mendapat taksu, keturunan sampai menggali dari  lontar-lontar Bali. "Kami  kan  ada gotra pengusada atau himpunan dari orang-orang dalam tanda kutip ‘balian-balian’ di Bali ya pengusada itu nanti kami himpun semua kita tata semua dalam satu perhimpunan Gotra Pangusada," paparnya.

Para balian usada ini juga memiliki izin praktek dan sertifikat, perkumpulannya akan dibuat seperti organisasi profesi dokter yaitu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI).  "Jadi nanti mereka-mereka itu secara resmi kita bisa publish dimana rumahnya, tempat prakteknya, dan keahliannya apa itu nanti kita akan publish biar betul-betul seperti IDI. Karena mereka yang masuk anggota gotra pengusada yaitu pengusada yang dapat sertifikat atau izin praktek istilahnya kalau dokter. Jadi bisa dipertanggungjawabkan apapun yang mereka lakukan dan kalau ada keluhan yang gimana kan bisa masyarakat lapor ke pengusada sama seperti lapor ke dokter. Dan itupun selama ini kan Balian diam-diam dan masyarakat kadang malu. Sekarang sudah di publish kan resmi jadinya," paparnya.

Dengan pengobatan tradasional ini menjadi pilihan untuk masyarakat, akan datang ke jenis pelayanan medis atau non medis. Pengobatannya juga macam-macam ada yang bentuk tamba dalam bentuk air atau tirta, serta  ada ramuan  herbal. Pasien tinggal klik saja dalam aplikasi tersebut.

Bahkan , khusus ada pengobatan tradisional mungkin lebih ke arah sakit  karena magic (ilmu hitam) bisa lihat pengusada disana sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Disediakan juga nama obat-obatan herbal yang diproduksi di Bali yang siap edar .

"Tidak ada obat-obatan medis dari kimia semua obat tradisional. Pengusada ada yang bisa mengobati tulang patah, sakit perut dan bisa mengobati sakit medis. Pengusada tidak ilmiah dan tidak memastikan kesembuhan kalau yang bisa memastikan sembuh pengobatan kimia. Kalau obat-obatan herbal bisa cocok-cocokan. Kalau di Luar Negeri sudah jalan seperti di Jepang dan Tiongkok. Dan kalau obat kimia dikonsumsi terus tak baik untuk ginjal atau hati kita," ucapnya.

Rencananya digitalisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) terintegrasi melalui aplikasi Situs Bali  akan dilaunching tahun ini. Saat ini imbuhnya, aplikasi masih internal karena  masih diproses nama-nama pengusada. (feb/rid)

  Editor : M.Ridwan
#balian usada #pengobatan balian #aplikasi situs bali #ilmu hitam #gubernur wayan koster