Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Gede Asrama menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Beringkit. “Jadi penyemprotan kita lakukan di pasar dulu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi virus flu burung,” terang Asrama, kemarin.
Pihaknya mengaku saat ini Disperpa Badung telah melaksanakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta meningkatkan biosecurity. Bahkan penyemprotan disinfektan atau akan dilakukan secara rutin dengan menyasar peternak, pengepul, dan pedagang unggas baik itu ayam, bebek, dan burung. “Nanti sasaran kita menuju kelompok-kelompok peternak. Kami berharap semoga tidak ada kasus flu burung di Badung,” jelasnya.
Sementara untuk di pasar Hewan Beringkit akan terus dilakukan penyemprotan saat pasar dibuka. Bahkan Disperpa Badung juga menyerahkan disinfektan, sprayer, masker dan glove. “Kami harapkan petugas di Pasar membantu melakukan penyemprotan. Sehingga setiap pasar hewan dibuka dilakukan penyemprotan,” ucapnya.
Imbuhnya Flu Burung dengan Virus Influenza A (H5N1) clade baru 2.3.4.4b kembali mencuat, pasca Kementerian Kesehatan mengeluarkan SE setelah ditemukan kasus di Kalimantan Selatan. “Kami juga minta masyarakat atau peternak yang ternaknya mati dan dicurigai terkena virus, kita harapkan melaporkan kasus tersebut,” pungkasnya. (dwi/rid) Editor : M.Ridwan