Usai kecelakaan Bus Duta Wisata, bus pariwisata yang terjun ke jurang di jalur menuju ke objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Minggu (7/5/2023), memunculkan berbagai spekulasi. Di antara tentang kabar bahwa tuas rem tangan bus nahas itu, menjadi mainan anak kecil di dalam bus.
Namun informasi liar yang kadung beredar itu dibantah saksi yang selamat dari kejadian itu. Saksi mata yang saat kejadian berada di dalam bus dengan nopol B 7260 CGA, membantah bahwa ada anak kecil yang memainkan rem tangan bus. Sehingga membuat laju bus tidak terkendali dan terperosok masuk aliran sungai. Akibatnya bus pariwisata pun terjun ke jurang di Guci.
”Tidak ada anak kecil yang bermain handbrake. Saya berada di dalam bus saat kejadian dan bus tiba-tiba mundur, dan baru berhenti saat jatuh ke sungai,” kata saksi bernama Herman menceritakan kronologi bus pariwisata terjun ke jurang di Guci kepada Jawa Pos Radar Tegal.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa bus nahas itu terperosok masuk sungai setelah sopirnya tinggal keluar. Sopir bus pariwisata yang terjun ke jurang di Guci, Romyani mengungkapkan, bus tengah dia parkir. Saat berada di parkiran, mesin bus dalam kondisi menyala dan sopir mengamankan busnya dengan rem tangan.
Ketika bus pariwisata terparkir dalam kondisi mesin menyala, para penumpang juga belum sepenuhnya naik ke bus. Saat itu, rombongan jamaah Masjid Baitul Hanif di Kayu Gede, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, baru persiapan untuk melanjutkan perjalanan ke Pekalongan.
Sedangkan sang sopir meninggalkan bus yang sedang dia panaskan mesinnya, untuk bersiap-siap melanjutkan perjalanan ke Pekalongan. ”Saat kejadian saya di belakang bus, dan bus sudah saya rem. Termasuk mengganjal ban bus,” tutur Romyani.
”Saya sedang berkoordinasi dengan panitia di belakang bus untuk persiapan melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba bus berjalan sendiri, padahal handrem sudah dalam posisi, dan ban juga sudah saya ganjal,” jelas Romyani lagi.
Mengetahui bus meluncur sendiri, Romyani mengaku, berupaya mengejarnya. Namun sudah tidak mungkin dan akhirnya terjadi kecelakaan tersebut. Bus bernopol B 7260 CGA itu jatuh ke dalam jurang dan aliran Sungai Ewu Bersama puluhan penumpang yang sudah berada di dalamnya.
Bus masuk terperosok ke dalam jurang, tepat di bawah areal parkir. Posisi akhir badan bus terguling di aliran sungai. Menurut saksi, saat kejadian tersebut sebagian penumpang sekitar 20-an orang sudah berada di dalam bus.
Perkembangan terakhir yang meninggal 2 orang, selebihnya luka dan 6 korban selamat tanpa luka. Para korban yang mengalami luka-luka ini menjalani perawatan secara intensif. Mereka rata-rata mengalami luka benturan, patah tulang, dan cedera di bagian kepala.[JPG/jawapos.com]
Editor : Hari Puspita