Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam meminta polisi membuka seterang-terangnya perihal bunker itu.
”Saya mengatakan, kalau memang ada, seharusnya pihak yang mengatakan ada itu ditemukan, kampusnya apa. Dan kalau ditemukan di situ, dia juga harus mengungkap siapa itu oknum pelakunya," kata Husain.
Terpisah, Kabaghumas Unhas Makassar Ahmad Bahar yang turut dimintai keterangan menyebut pihaknya memastikan keterangan kepolisian mengenai kampus ternama yang dijadikan bunker narkoba bukan Unhas. ”Saya kira kepolisian tidak menyebut sama sekali nama kampus. Tentu kita semua berharap sinyalemen itu maksudnya bukan kampus Unhas," ungkap Bahar.
Ghiri mengungkapkan, terkait narkoba, jangankan beda instansi, satu tim saja sudah terbiasa untuk saling menjaga rahasia. ”Itu sudah hal biasa,’’ katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) Brigjen Pol Ghiri Prawija mengaku pihaknya tidak punya informasi terkait bunker narkoba di kampus. Upaya menanyakannya ke Polda Sulsel juga belum membuahkan hasil.
"Saya juga lagi cari itu sumbernya dari mana, dari kemarin sampai sekarang belum dapat jawaban dari polda. Karena katanya dalam pengembangan," ujar Ghiri saat dikonfirmasi awak media kemarin seperti dilansir FAJAR (grup radarbali.id).
Adalah Ditresnarkoba Polda Sulsel Kombespol Dodi Hermawan yang pertama mengungkapkan adanya bunker narkoba di sebuah kampus ternama di Makassar. Tapi, dia tak menyebut nama kampus itu. (mia/ayu/ygi/muh/c6/ttg) Editor : Donny Tabelak