DENPASAR,radarbali.id - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang melakukan transformasi sumber daya manusia (SDM) di tubuh perusahaan plat merah. Salah satunya Bio Farma Group yang mengajak anak-anak muda memiliki ketertarikan dengan kesehatan untuk melakukan inovasi. Ada 200 peserta yang mengajukan berbagai inovasi. Seperti Anis Rohmasari berusia,22, timnya membuat inovasi makanan untuk pasien yang sedang menjalankan kemoterapi.
"Kalau dari tim aku sendiri tim aku namanya Serva jadi kita mencoba menolong orang yang menjalankan kemoterapi. Selama mengikuti kemoterapi biasanya akan diikuti dengan efek samping yang tidak enak seperti muntah-muntah. Dan suka bingung harus makan apa sih orang yang kemo karena takut interaksi dengan obat," tuturnya.
Jadi tim yang bermama Serva ini mengumpulkan riset-riset nutrisi, draft dan cancer cell interaction untuk dibuat formulasi untuk orang-orang cancer agar mereka bisa mengetahui kira-kira makanan apa yang bisa dimakan untuk mengurangi side effect.
Baca Juga: Catat!! Polda Bali Serukan Waspadai 6 Jenis Penipuan Online, Apakah Anda Pernah Mengalami?
Ia menyatakan, untuk membuat lapar cancer cell nya agar tak mudah tumbuh dan yang terakhir untuk menambah sistem imun pasien. Salah satunya contohnya obat kemo yang hepatotoksik jadi seperti merusak hati jadi bisa menambahkan zat seperti kurkumin biasanya itu juga diberikan oleh dokter bentuknya suplemen.
"Untuk kedepannya kami akan bekerjasama dengan dokter gizi agar bisa membuat dietary recommended karena selama ini di poli kemo terlalu banyak pasien dan tidak ada waktu untuk konseling satu-satu nutrisi itu seperti apa," jelasnya.
Ide itu muncul karena mamanya kena kanker dan menjalankan kemo, yang bingung harus memberikan makanan apa. Untuk lebih lanjutnya, ia akan meneliti lagi. Karena inovasinya itu Anis menjadi salah satu peserta terbaik yang mendapatkan golden ticket untuk berangkat ke Grand Hackathon di Boston USA.
"Untuk konten makananya yang detail masih membutuhkan riset lebih lanjut yang mendetail dan harus konsultasi dengan gizi klinik dan dokter onkologi." ujarnya Mahasiswi Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jawa Barat saat ditemui di acara Bio Farma Group menggelar rangkaian akhir kegiatan Kompetisi Bio Farma x MIT Hacking Medicine dengan menggelar awarding sekaligus conference Bio Farma MIT Hacking Medicine di Kuta kemarin (27/8).
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan harapannya agar lebih banyak lagi diadakan kegiatan seperti Biofarma x MIT Hacking Medicine di Indonesia kedepannya.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur dan inovator. Saya harap kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan di Indonesia. Peluang berkembang bagi industri kesehatan di Indonesia sangat besar karena healthcare merupakan prioritas dan pemerintah memiliki alokasi dan perhatian yang besar untuk peningkatan bidang kesehatan.
Baca Juga: Perkuat Timnas U-23, Kadek Arel: Saya Akan Terus Berproses
Deputi SDM dan IT Kementerian BUMN,Tedi Bharata menyampaikan bahwa Kementerian BUMN sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan kompetisi ini. “Kami sangat menghargai terselenggaranya kompetisi ini. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka menangani adanya innovation gap yang terjadi di institusi BUMN. Upaya ini tidak dapat dilakukan dengan kerja sendiri, namun juga diperlukan adanya pendekatan yang bersifat sinergi dan kolaboratif," jelasnya.
Contohnya, di Bio Farma, melakukan pendekatan pada institusi pendidikan MIT agar bisa melihat permasalahan yang real dan mencari solusi yang inovatif untuk menyelesaikan permasalah tersebut. "Kami mengapresiasi 200 peserta yang telah berpartisipasi dan memberikan solusi yang terbaik," sebutnya.***
Editor : M.Ridwan