radarbali.id-Seorang anak perempuan berusia 4 tahun dengan inisial ASM ditemukan tewas dengan tubuh bersimbah darah pada Jumat (3/11) sore.
Diketahui bahwa kejadian tragis ini berada di Desa Tempuran, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Anak yang diduga menjadi korban pembunuhan ini merupakan anak dari pasangan Jumali dan Ayu, penduduk setempat Desa Tempuran.
AKP Sutoyo selaku Kepala Kepolisian Sektor Ngluyu mengatakan masih melakukan proses penyelidikan.
Polisi memiliki kecurigaan bahwa ASM kemungkinan menjadi korban pembunuhan karena terdapat indikasi adanya pukulan pada kepala korban.
Terduga pelaku pembunuhan ASM disinyalir adalah Mariadi, tetangga korban yang merupakan penderita gangguan kejiwaan.
AKP Sutoyo masih belum dapat memastikan apakah kasus ini dilakukan oleh Mariadi. “Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut berdasarkan temuan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, AKP Supriyanto selaku Kasi Humas Polres Nganjuk, juga mengatakan bahwa kasus ini masih dalam proses mengumpulkan dan mengolah data.
Di tempat kejadian, hingga jam 7 malam warga masih berada di sekitar rumah Jumali untuk memberikan rasa bela sungkawa.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada salah satu warga, Mariadi disebut sebagai pelaku pembunuhan dengan cara memukul wajah ASM.
"Tadi sepertinya (Mariadi) sudah dibawa oleh polisi," kata salah satu warga yang bernama Darwoko.
Pria berusia 59 tahun ini mengakui bahwa dia mendengar jeritan sekitar jam 3 sore ketika penduduk sekitar sedang mengantre untuk mendapatkan air.
Diketahui bahwa akhir-akhir ini Desa Tempuran memang mengalami kekeringan, sehingga persediaan air sangat terbatas.
Darwoko secara langsung menemukan tubuh AS yang terluka parah dan berlumuran darah di dalam bangunan jamban belakang rumah Mariadi.
Korban mengalami luka sayatan dari dahi hingga bawah mulut dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. ***
Editor : Donny Tabelak