RadarBali.id–Akhirnya kontroversi sikap Arya Wedakarna memantik reaksi dari sejumlah kalangan. Kali ini dari Sapma Pemuda Pancasila.
Pihak Sapma Pemuda Pancasila menyampaikan pernyataan sikap atas perilaku kontroversial anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Arya Wedakarna, saat rapat kerja di Bea Cukai Bandara Ngurah Rai, Bali.
Bidang Agama & Kerohanian Pengurus Pusat Sapma Pemuda Pancasila Kusuma Dharma menyayangkan pernyataan itu. Sebab, bisa menimbulkan kecaman dengan pernyataan yang dianggap tidak mendukung semangat toleransi dan persatuan di Bali.
”Justru Bali merupakan daerah yang dikenal dengan tingkat toleransi yang tinggi di Indonesia. Dengan menyebutkan penutup kepala yang merujuk pada agama tertentu adalah sikap yang tidak mendukung semangat keberagaman yang seharusnya kita junjung dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” papar Kusuma Dharma.
Sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, lanjut dia, pihaknya ingin menegaskan bahwa profesionalisme seseorang tidak tergantung pada agama atau latar belakang etnis. Melainkan pada etos kerja, integritas, dan dedikasi yang dimiliki oleh individu.
”Senator diharapkan dapat lebih bijak dalam menyampaikan pendapatnya, terutama di ruang publik, demi mencegah terjadinya gesekan sosial dan menghormati keragaman budaya di Bali,” ujar Kusuma Dharma.
Sapma Pemuda Pancasila, lanjut dia, mengajak para pemimpin publik, termasuk AWK dan seluruh pejabat yang memiliki pengaruh di masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan-pesan. Sebab, mungkin dapat menimbulkan kegaduhan dan ketidakharmonisan di tengah masyarakat.
Menurut dia, Sapma Pemuda Pancasila juga mendukung maksud baik yang ingin menonjolkan nuansa budaya adat Bali dalam pelayanan kepada para wisatawan. Namun diharapkan hal itu dapat dilakukan tanpa menyinggung atau merendahkan martabat suku atau agama tertentu.
”Kami percaya bahwa dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, keberagaman adalah kekuatan kita. Kami berharap agar Bali tetap menjadi contoh harmoni, toleransi, dan keberagaman yang membanggakan. Karena semangat kami adalah untuk membangun persatuan yang kokoh di atas keberagaman budaya, agama, dan suku di negeri ini,” ucap Kusuma Dharma.[JPG/jawapos.com]
Editor : Hari Puspita