DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kementerian Kesehatan meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis yang akan dimulai Februari 2025.
Pada tahap awal, pemeriksaan kesehatan gratis akan dilaksanakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) atau di Puskesmas.
Pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dilakukan untuk deteksi dini penyakit serta memberi akses pada pemeriksaan kesehatan yang mudah dan gratis.
Pendaftaran untuk program pemeriksaan gratis dilakukan melalui aplikasi SatuSehat yang dapat diunduh di Playstore. Di aplikasi yang sebelumnya bernama Peduli Lindungi tersebut, pemohon dapat mengisi biodata, memilih tanggal pemeriksaan, dan mendapatkan tiket pemeriksaan.
Pemohon juga akan diminta mengaktifkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Aktivasi dapat dilakukan satu bulan sebelum ulang tahun hingga satu bulan setelah ulang tahun.
Khusus bagi yang ulang tahunnya jatuh pada Januari hingga Maret 2025, pemeriksaan kesehatan gratis dapat dilakukan hingga 30 April 2025.
Pendaftaran dapat dilakukan oleh keluarga, termasuk anak dan balita yang dapat didaftarkan dengan bantuan tenaga kesehatan.
Pemohon juga akan diminta mengisi kuesioner skrining kesehatan mandiri yang berada di dalam aplikasi SatuSehat.
Pada saat melakukan pemeriksaan, pemohon diminta membawa identitas diri, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Untuk Balita atau anak prasekolah, pemohon dapat membawa Kartu Identitas Anak.
Selain itu, pemohon juga perlu membawa tiket pemeriksaan yang telah dikirimkan melalui Whatsapp, serta formulir kuesioner skrining kesehatan mandiri yang telah diisi. Selain penyakit fisik, skrining juga akan meliputi screening kejiwaan.
"Karena banyak yang merasa sehat padahal tanpa sadar mengalami gangguan kesehatan jiwa ringan," terang Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Bagi penderita diabetes melitus atau hipertensi yang berusia di atas 40 tahun, pemohon diminta untuk berpuasa 8-10 jam sebelum pemeriksaan.
Menkes sebelumnya menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan untuk mencegah kematian akibat penyebab kematian terbesar, yakni stroke dan jantung.
"Stroke sama jantung itu yang harus di-screening itu tiga: tekanan darah, gula darah, dan lemak darah atau kolesterol. Puluhan juta orang mengalami hal ini yang sebenarnya bisa ditangani di Puskesmas. Tidak perlu kena stroke, kanker, atau cuci darah," katanya.
Menkes menegaskan, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas memang secanggih pemeriksaan kesehatan total yang lazim dilakukan di rumah sakit besar. Alasannya, untuk bisa menjangkau 280 juta orang, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di 10 ribu Puskesmas dan 15 ribu klinik swasta di seluruh Indonesia. ***
Editor : Ibnu Yunianto