DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Banjir yang melanda Kabupaten Batang pada Senin (20/1) merendam setidaknya 10 desa di 10 kecamatan.
Sebanyak 7.000 warga terdampak banjir, meski sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa sebanyak 130 kepala keluarga atau setidaknya 500 warga terpaksa mengungsi.
Sepuluh daerah di Batang yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Bawang, Reban, Subah, Tersono, Warungasem, Gringsing, Bandar, Blado, Batang, dan Wonotunggal.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng menyebutkan genangan telah surut pada Selasa (21/1) malam. Tidak ada korban jiwa meski terdapat 10 desa yang terendam banjir.
Meski demikian, kerusakan infrastruktur akibat banjir masih menjadi kendala. Selain itu, BNPB juga mengimbau warga untuk tetap waspada karena Jawa Tengah masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan dalam intensitas sedang hingga lebat hingga Kamis-Jumat (23-24/1).
Sebanyak enam jembatan dikabarkan putus dan lima rumah warga rusak berat. Selain itu, tujuh rumah mengalami rusak ringan, dan satu pembangkit tenaga listrik hidro mengalami kerusakan.
Update Longsor di Kabupaten Pekalongan
Jumlah korban akibat banjir dan tanah longsor Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jateng, terus bertambah.
Tim SAR hari ini menemukan tiga korban meninggal sehingga total korban jiwa mencapai 20 orang. Sementara itu, delapan orang masih dinyatakan hilang.
Mayoritas korban merupakan pelintas, pengunjung kafe, dan pemancing yang sedang berteduh di lokasi longsor pada saat kejadian. Lokasi tersebut merupakan perlintasan dari Dieng di Wonosobo menuju Pekalongan dan kafe yang terkena longsoran pada saat kejadian sedang dipadati pengunjung. ***