SURABAYA, radarbali.jawapos.com - Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) membuka dua program studi baru, yakni S1 Digital Marketing dan Pendidikan Profesi Guru.
S1 Digital Marketing melengkapi dua program studi di Fakultas Ekonomi, yakni Manajemen dan Akuntansi. Sedangkan Program Pendidikan Guru berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Rektor Unusida Fatkul Anam menyatakan, kehadiran program studi S1 Digital Marketing merupakan kontribusi Unusida untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.
S1 Digital Marketing Unusida disiapkan membekali mahasiswa dengan perkembangan teknologi komputasi, kreatifitas, kompetensi, dan daya saing global. Program studi tersebut juga memberikan pemahaman mendalam terhadap potensi bisnis berbasis digital, termasuk perkembangan e-commerce, media sosial, dan blockchain.
Kemampuan dalam digital marketing dapat membuka pintu menuju karir yang menjanjikan di bidang media sebagai seorang spesialis search engine optimization, manajer media sosial (socmed specialist), copywriter, analis data, digital marketing strategist, maupun digital advertising officer.
“Transformasi perguruan tinggi berbasis digital juga menjadi salah satu langkah maju bagi Unusida,” jelas Anam pada Kamis, 6 Februari 2025.
Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, Unusida akan bermitra dengan praktisi dan industri untuk memastikan setiap lulusan S1 Digital Marketing siap kerja serta mampu menciptakan peluang usaha berbasis digital.
Selain S1 Digital Marketing, Unusida juga akan membuka Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG adalah program pendidikan setelah program sarjana kependidikan atau sarjana terapan bagi calon guru atau guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik.
Sertifikat pendidik merupakan salah satu syarat bagi guru profesional untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (sertifikasi guru).
Unusida juga sedang mempersiapkan pembukaan Fakultas Kesehatan serta melakukan akreditasi ulang dua program studi.
Sementara itu, Wakil Rektor II Unusida Lukman Hakim menyampaikan bahwa Unusida akan menerapkan program wajib berbahasa Inggris bagi tenaga kependidikan. Program tersebut dilakukan untuk memperkuat pondasi Unusida sebagai kampus yang go Internasional.
Pada Kamis kemarin, Unusida juga meluncurkan sistem informasi manajemen kepegawaian yang akan membantu mempermudah semua proses administrasi tenaga kependidikan. ***
Editor : Ibnu Yunianto