Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

UPDATE: Pelaku Penikaman Kadek Parwata Diduga Buang Ponsel, Petugas Ancam Tindak Tegas

Andre Sulla • Minggu, 16 Februari 2025 | 22:25 WIB
DIBURU: Terduga pelaku pembunuhan Kadek Parwata di Denpasar Utara berdasar hasil analisa polisi, diduga sembunyi di Muncar Banyuwangi
DIBURU: Terduga pelaku pembunuhan Kadek Parwata di Denpasar Utara berdasar hasil analisa polisi, diduga sembunyi di Muncar Banyuwangi

DENPASAR, Radar Bali - Terduga pelaku pembunuhan I Kadek Parwata, 31, di depan Toko Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, Kamis (13/2) sekitar pukul 01.30 bener-benar persulit petugas.

Setelah melakukan aksinya pada Kamis, 13 Februari 2025 dini hari, pria yang diduga pedagang ikan ini langsung kabur ke luar Bali. 

Lelaki inisial BP, 38, itu rupanya cukup licin. Dia tidak bersembunyi di rumahnya di Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Dia melarikan diri ke tempat lain yang dirasa lebih aman. Karena itu, petugas gabungan hingga Minggu pagi tak kunjung berhasil menangkapnya.

Tak hanya itu, BP diduga mengendus bahwa petugas melacak sinyal telepon selularnya sehingga melakukan pengejaran hingga ke Jawa. Karena itu, dia diduga melakukan upaya untuk memusnahkan telepon selularnya.  

Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bali, tim gabungan Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Ditreskrimum Polda Bali, bersama Polres Banyuwangi sementara melakukan penyisiran di wilayah Banyuwangi yang dijadikan tempat persembunyian.

Pria yang berprofesi sebagai pedagang ikan di Pulau Serangan itu tak ada di kediamannya di kawasan Muncar. Banyuwangi, Jawa Timur.

Keluarga terduga pelaku terkejut ketika didatangi tim gabungan. Bahkan pelaku yang dikenal sopan oleh keluarga jarang berkomunikasi belakangan ini.

"Keluarga klaim terduga pelaku tidak ada di kediaman. Bahkan nomor teleponnya sudah tidak bisa dihubungi," beber sumber Radar Bali.

Keluarga terduga pelaku mengklaim sudah hampir dua minggu sebelum kejadian, sama sekali tidak memberitahukan kabar, baik via telepon maupun pesan WhatsApp.

Meski terdapat pengakuan dari pihak keluarga seperti itu, tim gabungan yang berjumlah delapan orang ini terus melakukan penyelidikan mendalam.

Kuat dugaan bahwa terduga pelaku penikaman Kadek Parwata masih bersembunyi di kawasan Banyuwangi.

Petugas meminta terduga pelaku untuk menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum. Petugas tidak akan segan memberikan tindakan tegas dan terukur saat melakukan penangkapan jika terduga pelaku tidak kooperatif.

"Jika melawan dan berusaha kabur saat diamankan, terpaksa kakinya dilumpuhkan," tegas sumber Radar Bali.

Terkait dengan ini, Polda Bali dan jajarannya, Polresta Denpasar juga Polsek Denut belum bisa berkomentar.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Tim gabungan masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan," katanya.

Seperti berita sebelumnya, menurut saksi dan informasi yang diperoleh, yang bersangkutan kerap berkeliaran di Pulau Serangan, Denpasar membeli ikan untuk keperluan jualan di pasar. 

Dari pelacakan petugas, terduga pelaku yang pernah menikah di Bali tersebut diketahui telah kabur ke daratan Jawa. Karena itu, tim gabungan langsung menyebrang ke Pulau Jawa untuk melakukan pengejaran. 

Terduga pelaku pembunuhan Kadek Parwata diduga merupakan pemilik akun TikTok @maspras086. Sebab, hasil analisa sementara, ciri-ciri pelaku mirip dengan pemilik akun tersebut.

Bahkan beberapa postingan, baik jaket, pisau, dan sarung tangan mirip dengan terekam dalam CCTV yang didapatkan petugas dari Toko Auna di Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara.

Dalam rekaman CCTV tersebut, terdjuga pelaku yang mengenakan masker tengkorak menabrak kaki Made Darma Wisasa, 19, dengan motor saat pelajar itu baru melangkah ke dalam warung.

Pelajar ini langsung dianiaya pelaku karena dituduh menyerempetnya di jalan. Pelaku terlihat beberapa kali memukul kepala dan badan korban Made Darma Wisesa. 

Peristiwa tersebut tidak berlanjut karena dilerai oleh pemilik warung asal Sumenep yakni Ashuri, 39. Pelaku dan maupun korban lantas pergi meninggalkan tempat kejadian.

Tak berselang lama, pria misterius ini kembali ke warung. Kedatangannya disusul Kadek Parwata yang berboncengan dengan temannya untuk berbelanja.

Belum sempat masuk ke dalam warung, Parwata dan temannya dicaci maki. Dalam rekaman CCTV terlihat korban Kadek Parwata melangkah dan mendekat ke pria tersebut untuk menanyakan maksud ucapannya.

Tiba-tiba, pelaku mengeluarkan pisau dan menikam Kadek Parwata di bagian lambung kiri yang tembus hingga ke punggung. Temannya berusaha memboncengkan Kadek Parwata ke Rumah Sakit Darma Bakti, namun nyawanya tak tertolong akibat kehabisan darah.

Kadek Parwata oleh keluarganya dikenal sebagai pribadi yang ramah dan bertanggung jawab. Pria yang bekerja sebagai house keeping di Restoran Sea Circus di kawasan Ungasan itu juga tulang punggung keluarganya. Dia meninggalkan istri, serta dua putri yang masih kelas 4 SD dan TK.

 

kakak korban yang bernama Gede Dana mengatakan bahwa jenazah adiknya dititip di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar. Rencananya, Parwata akan dimakamkan hari ini Minggu, 16 Februari 2025.

Tempat pemakaman di kampung halaman korban di Desa Antiga, Karangasem.

Pihak keluarga berharap agar pelakunya cepat tertangkap. Selain karena telah merenggut anggota keluarga mereka, membuat kedua anaknya menjadi yatim, kejadian tersebut juga sangat meresahkan masyarakat. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#denpasar #polda jatim #pembacokan #kriminalitas #pembunuhan #pulau serangan #muncar #niluh djelantik #polsek kuta utara #jembrana #Tonja #polda bali #serangan #penikaman #viral hari ini #karangasem #polresta denpasar #Kadek Parwata #banyuwangi