Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persahabatan Dua Rekan Fiersa Besari yang Tewas di Puncak Cartensz: 'Gunung Kerajaan Kami'

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 4 Maret 2025 | 22:06 WIB
KEKAL - Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono
KEKAL - Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono

RADAR BALI - Jenazah kedua pendaki yang tewas di Teras II Gunung Cartensz telah berhasil dievakuasi ke Timika. Kargo berisi peti jenazah juga telah dikirim ke Jakarta. 

Layon Lilie Wijayanti Poegiono telah disemayamkan di rumah duka di Bandung dan akan dimakamkan di pemakaman San Diego Hills, Karawang. 

Sedangkan jenazah Elsa Laksono disemayamkan di Rumah Duka Carolus di Jakarta Pusat. 

Sebelum meninggal, Lilie Wijayanti sempat mendokumentasikan jejak persahabatannya dengan Elsa Laksono di akun Instagram miliknya @mamakpendaki. 

Kedua pendaki yang berusia 59 dan 60 tahun tersebut rupanya sudah menjalin persahabatan sejak masih duduk di bangku SMP. 

Persahabatan berlanjut saat keduanya bersekolah di SMA Katolik St Albertus, Dempo, Malang. Keduanya merupakan alumni tahun 1984.

Dalam unggahannya, Lilie menyebut mereka berdua sempat mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur sebelum lulus sekolah.

Namun, karena peralatan mendaki yang tidak standar, mereka hanya bisa mendaki sampai pos Kalimati.    

Mereka sempat terpisah karena Lilie mendapatkan ikatan dinas di PT Telkom Indonesia di usia 20 tahun.

Seperti semua BUMN pada masa itu, sebelum mulai bekerja Lilie mendapatkan pendidikan militer di Susbintal Pusdikhub TNI AD-1 di Cimahi.  

Setelah purna tugas dari Telkom, Lilie fokus membesarkan bisnis fashion pengantin dan pesta dengan brand Le Belle Femme (LBF).  

Sedangkan Elsa berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti lantas menjalankan klinik Radiant Dental Care di daerah Tebet, Jakarta Selatan. 

Karena itu, Lilie menyebut karibnya tersebut sebagai Mamak Gigi. 

Kedua sahabat itu dipertemukan lagi oleh media sosial saat telah berusia 50 tahun.

Untuk menebus kegagalan naik Semeru, Elsa yang berulang tahun meminta hadiah berupa pendakian ke Semeru.

Jadilah pada 2018 keduanya berhasil menginjakkan kaki ke Puncak Mahameru di usia 53 tahun.

Perjalanan keduanya ke Semeru diabadikan Elsa di akun Instagram miliknya, @travelwithelsa.

Pada tahun yang sama, keduanya juga menginjakkan kaki ke Gunung Rinjani di Lombok.

Keduanya rupanya menyimpan ambisi untuk mendaki tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia.

Karena itu, secara bertahap mereka mendaki Gunung Kerinci, Bukit Raya, Latimojong, Binaiya, dan terakhir Cartenz.

Sebelum melakukan pendakian ke Cartensz, keduanya juga sempat melakukan pendakian ke Gunung Slamet di Jawa Tengah. 

Dalam unggahan di akun IG miliknya, Lilie menyebut tradisi kedua pendaki untuk menari-nari di sepanjang trek pendakian tidak menyebabkan mereka layak disebut dancing queen.

Karena mereka menari-nari di pendakian berbagai gunung, Lilie dan Elsa lebih tepat bila disebut hiking queen. "Gunung adalah kerajaan kami", tulis Lilie.

Link Video IG @mamakpendaki: https://www.instagram.com/reel/DCHArDVq0VN/?utm_source=ig_embed&ig_rid=805d952f-b54c-4a39-8f92-03042be63c0c   

Kini Mamak Pendaki dan Mamak Gigi telah menuntaskan petualangan bersama sebagai hiking queen serta mewujudkan impian seven summits. ***

 

 

 

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Gunung Carstensz #Elsa Laksono #Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti #Lilie Wijayanti #fiersa besari #Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono #Lilie Wijayanti Poegiono #Gunung Cartenz #Puncak Jaya atay Cartensz Pyramid #puncak jaya #gunung carstensz papua