RADAR BALI - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Cabang Denpasar memperkirakan terjadi peningkatan pergerakan pesawat menjelang Lebaran.
Meski demikian, AirNav memprediksi kenaikan pergerakan pesawat hanya sebesar 2 persen per hari.
"Kalau penerbangan normal 360 per hari, diprediksi bertambah 18 hingga 20 ekstra flight jadi kira-kira 2 persenan lah peningkatan penerbangannya," kata General Manager AirNav Indonesia Cabang Denpasar, Suryadi Joko Wiratmo.
AirNav Denpasar memperkirakan puncak pergerakan pesawat terjadi pada 27 dan 28 Maret 2025.
Selain pada 27-28 Maret, pergerakan pesawat akan kembali meningkat pada permulaan arus balik Jumat-Sabtu, 4-5 April 2025.
Setelah itu kembali meningkat pada Jumat, 11 April 2025.
Pada Hari Suci Nyepi Sabtu 29 Maret 2025, Bandara Ngurah Rai akan berhenti beroperasi selama 24 jam hingga Minggu 30 Maret 2025 pukul 06.00 WITA.
Seluruh penerbangan domestik maupun internasional di Bandara Ngurah Rai tidak akan dilayani.
Meski operasional Bandara Ngurah Rai berhenti, AirNav Denpasar tetap menyiagakan 30 personel pengatur lalu lintas pesawat maupun personel bagian teknik.
Personel tersebut melayani penerbangan yang melintas ruang udara (over flying) Bandara Ngurah Rai seperti pesawat dari Banyuwangi ke Lombok atau Surabaya ke Kupang.
Personel-personel AirNav tersebut juga untuk mengantisipasi kondisi darurat penerbangan yang membutuhkan pendaratan di Bandara Ngurah Rai. "Kami tetap bersiaga selama masa Nyepi," paparnya.
Suryadi mengakui, terjadi penurunan pergerakan pesawat sejak Januari hingga Maret 2025 karena berbarengan dengan low season di sektor pariwisata.
Penurunan penerbangan domestik mencapai 30 persen, sedangkan penerbangan internasional hanya mengalami penurunan sekitar 4 persen.
AirNav juga mewaspadai cuaca buruk dan kondisi luar biasa seperti letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores yang berimbas pada penundaan dan pembatalan penerbangan di Bandara Ngurah Rai.
"Cuaca tidak bisa dilawan karena penerbangan sangat tergantung dengan cuaca," terangnya. ***
Editor : Ibnu Yunianto