RADAR BALI - Arus kendaraan yang hendak keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk seminggu menjelang Idul Fitri mulai padat.
Media sosial bahkan menunjukkan antrean kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Gilimanuk terjebak kemacetan menjelang pintu masuk area pelabuhan.
Dinarasikan bahwa kendaraan yang telah mencapai area pelabuhan Gilimanuk pukul 04.30 WITA namun tertahan sehingga belum masuk ke dalam pelataran pelabuhan hingga pukul 08.15 WITA.
Antrean kendaraan roda empat, kendaraan logistik, dan bus terlihat sejak Sabtu malam hingga Minggu siang, 23 Maret 2025.
Pada Jumat malam, sebanyak 79 ribu orang dan 24 ribu kendaraan telah menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang.
Sedangkan pada Sabtu hingga Ahad pagi, sebanyak 44.662 penumpang dan 13.614 kendaraan niaga telah menyeberang ke Banyuwangi.
Jumlah tersebut meningkat 2 kali lipat dibandingkan hari normal yang mencapai 6 ribu kendaraan.
Sedangkan jumlah kendaraan pribadi yang menyeberang pada Sabtu malam hingga Minggu pagi mencapai 7.391 unit.
Petugas mulai mengalihkan arus lalu lintas di area buffer zone di kawasan Terminal Kargo Pelabuhan Gilimanuk.
Petugas mengalihkan kendaraan melakui gang-gang pemukiman warga untuk menuju parki manuver sebelum masuk pelabuhan.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengakui penyeberangan Gilimanuk sudah terkategori padat.
Oleh karena itu, pihaknya mengubah terminal kargo sebagai area parkir insidentil.
Endang mengatakan, kepadatan terjadi karena pada Minggu ini kendaraan niaga masih berbaur dengan kendaraan pribadi pemudik yang mudik lebih awal memanfaatkan percepatan libur sekolah.
Pada Senin (24/3), kendaraan logistik yang memenuhi kriteria akan diarahkan ke dermaga LCM.
Sedangkan kendaraan logistik yang tidak memenuhi kriteria akan dikandangkan di Pengerogoan hingga Gilimanuk.
ASDP Gilimanuk telah menugaskan 32 kapal ferry dan dua kapal besar perbantuan untuk mengangkut kendaraan dan penumpang.
Dua kapal tersebut memiliki kapasitas angkut hingga 80 kendaraan. ***
Editor : Ibnu Yunianto