Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kurs Dolar Nyaris Sentuh Rp 17.000, Harga Emas Naik Signifikan

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 7 April 2025 | 18:34 WIB
CETAK REKOR TERTINGGI - Harga emas Antam menembus rekor karena pelemahan nilai tukar USD.
CETAK REKOR TERTINGGI - Harga emas Antam menembus rekor karena pelemahan nilai tukar USD.

RADAR BALI - Imbas perang tarif yang diterapkan pemerintahan Trump berdampak pada tren pelemahan kurs rupiah.

Harga emas yang sempat mengalami penurunan karena perbaikan data fundamental ekonomi AS kembali menunjukkan kenaikan.

Pada perdagangan Jumat (4/4), rupiah sempat menyentuh level Rp 17.006 per dolar AS.

Hari ini, rupiah terpantau menguat dibandingkan nilai tersebut.

Meski demikian masih diperdagangkan di level yang mendekati level psikologis Rp 17.000 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg pada Senin (7/4) pukul 09.13 WIB, rupiah berada di level 16.920 per dolar AS.

Artinya rupiah mencatatkan penurunan 268 poin atau 1,61 persen dibandingkan penutupan perdagangan pada Jumat (4/4).

Penurunan tersebut menunjukkan investor melakukan risk off dengan menarik dana dari aset-aset yang berisiko termasuk mata uang emerging country.

Investor lebih memilih instrumen safe haven seperti emas, dolar, dan obligasi.

Selain perbaikan data fundamental ekonomi, penguatan dolar dipicu pernyataan The Federal Reserve yang menyebut belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Alasannya karena kondisi ekonomi global dan inflasi dalam negeri AS masih tinggi.

Selain dolar, penguatan kurs juga terjadi pada yuan China, yen jepang, euro Uni Eropa, dan poundsterling Inggris.

Perilaku pasar keuangan tersebut dipicu kebijakan AS yang memastikan tidak akan menunda penerapan tarif impor progresif sampai masalah defisit perdagangan AS terselesaikan.

Trump sebelumnya mengumumkan tarif resiprokal ke banyak negara, termasuk China, Kanada, dan Meksiko.

Indonesia juga terkena imbas karena produk Indonesia yang masuk ke AS akan dikenakan tarif impor 32 persen.

Hingga Jumat (4/4), nilai ekspor nonmigas Indonesia ke AS mencapai USD 2,35 miliar, meningkat signifikan dibanding nilai ekspor Februari 2025 sebesar USD 2,101 miliar.

Pasar AS menyumbang 11,35 persen dari total perdagangan luar negeri Indonesia.

Pasar juga merespons potensi perang dagang setelah Tiongkok dan Uni Eropa berencana melakukan retaliasi terhadap kebijakan perang tarif Trump.

Sementara itu, harga jual 1 gram emas di Butik Logam Mulia Antam Bali pada hari ini, Senin 7 April 2025, mencapai Rp 1.758.000.

Harga ini turun Rp 23.000 dibandingkan harga pada Minggu (6/4).

Sedangkan harga beli adalah Rp 1.608.000 per gram.

Harga ini juga turun Rp 25.000 dibandingkan harga buyback pada Minggu (6/4).

Harga Emas Hari Ini (7 April 2025)

Harga emas Antam hari ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berikut rinciannya:

Tren Harga Emas

Melihat tren beberapa hari terakhir, harga emas Antam menunjukkan volatilitas:

5 April 2025: Harga emas Antam anjlok Rp 38.000 menjadi Rp 1.781.000 per gram.

6 April 2025: Harga emas Antam stabil di Rp 1.781.000 per gram.

7 April 2025: Harga emas Antam kembali turun Rp 23.000 menjadi Rp 1.758.000 per gram.

Secara umum, dalam setahun terakhir (April 2024 - April 2025), harga emas menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan.

Kenaikan harga emas Antam selama satu tahun terakhir tercatat lebih dari 30 persen dalam periode tersebut.

Namun, dalam jangka pendek terlihat adanya koreksi harga.

Faktor yang Mempengaruhi Tren Harga Emas

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tren harga emas antara lain:

Kebijakan Ekonomi Global: Kebijakan tarif impor seperti yang diumumkan oleh AS dapat mempengaruhi harga emas dunia dan berimbas pada harga emas domestik.

Inflasi: Emas sering dianggap sebagai aset safe haven dan lindung nilai terhadap inflasi.

Suku Bunga: Perubahan suku bunga juga dapat mempengaruhi daya tarik emas sebagai investasi.

Kondisi Geopolitik: Ketidakstabilan geopolitik cenderung meningkatkan permintaan terhadap emas.

Beberapa analis memprediksi harga emas dunia berpotensi mencapai level yang lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kebijakan tarif dan ketidakpastian global.

Penting untuk dicatat bahwa prediksi harga emas bersifat spekulatif dan dapat berubah tergantung pada berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. ***

 

 

Editor : Ibnu Yunianto
#1 dolar berapa rupiah #kurs rupiah hari ini #dolar hari ini #kurs rupiah #kurs dolar AS #usd idr #1 usd to idr #kurs rupiah dollar #Kurs 1 Dolar #kurs dolar hari ini #harga emas #kurs rupiah melemah #kurs dollar hari ini #dollar hari ini #kurs dolar #Kurs Dolar Amerika terhadap Rupiah Hari Ini #1 dolar #harga emas 1 gram #kurs rupiah anjlok #dollar to rupiah hari ini