Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

IHSG Hari Ini Anjlok 11 Persen, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 7 April 2025 | 20:15 WIB
ERROR - Tangkapan layar Google Finance 7 April 2025.
ERROR - Tangkapan layar Google Finance 7 April 2025.

RADAR BALI - Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan hingga 11,46 persen dalam pencarian di laman Google pada hari ini, Senin 7 April 2025 pukul 10.40 WIB.

IHSG tercatat mengalami kelongsoran hingga menyentuh level 5.730,34 atau mengalami penurunan 742,01 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 6.472,36.

Angka kinerja perdagangan bursa tersebut menimbulkan pertanyaan publik.

Alasannya, perdagangan saham Indonesia masih tutup selama 8 hari mulai Senin, 31 Maret 2025 hingga Senin, 7 April 2025.

Pada penutupan perdagangan 27 Maret 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat sebesar 0,59 persen ke level 6.510.

Posisi ini merupakan yang tertinggi sejak 14 Maret 2025.

Penguatan IHSG tersebut terjadi sejak 25 Maret 2025.

Kapitalisasi pasar IHSG pada saat penutupan mencapai Rp 11.126 triliun.

Selama masa libur, pasar saham di Indonesia seharusnya tidak mengalami pergerakan.

Hal tersebut karena tidak ada pembelian dan penjualan efek yang mempengaruhi kinerja bursa.

Hal tersebut berbeda dengan sejumlah pasar saham yang tetap buka pada 27 Maret 2025 hingga 4 April 2025.

Sejumlah bursa mengalami penurunan kinerja kurang dari 1 persen, seperti Filipina dan Shanghai.

Selain itu, bursa Singapura, Hong Kong, India, Shenzhen dan Malaysia juga mengalami penurunan kinerja kurang dari 3 persen.

Namun, ada pula bursa yang mengalami bearish seperti bursa saham Amerika Serikat yang mengalami depresiasi indeks komposit 9-12 persen dalam sepekan.

Rinciannya, indeks Dow Jones terdepresiasi 9,42 persen.

Indeks S&P 500 terdepresiasi 10.88 persen.

Sedangkan indeks saham-saham perusahaan teknologi informasi Nasdaq yang mengalami penurunan hingga 12,45 persen.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG masih terpantau di level 6.510,62.

Anjloknya bursa saham global disebabkan kebijakan tarif impor progresif Presiden Trump.

Kondisi tersebut diprediksi akan menekan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada saat pembukaan pada Selasa, 8 April 2025.

Selain faktor eksternal, pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp 17.000 per dolar AS juga diyakini akan mendorong investor menarik dana dari pasar domestik. ***

 


.

Editor : Ibnu Yunianto
#resesi ekonomi #resesi #ihsg hari ini #ihsg #trump