RADAR BALI - Maestro seni Sudarwati alias Titiek Puspa berpulang di RS Medistra, Jakarta, sekitar pukul 16.25 WIB.
Perempuan kelahiran 1 November 1937 tersebut meninggal setelah kehilangan kesadaran selama dua hari setelah menjalani operasi untuk mengatasi pendarahan otak sebelah kiri.
Titiek Puspa kolaps pada 26 Maret 2025 di studio salah satu stasiun televisi swasta sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebelum acara tersebut, Titiek Puspa sempat menghadiri Musica Berbagi bersama 300 anak yatim piatu.
Kondisinya sempat stabil, namun dua hari lalu mengalami penurunan hingga akhirnya berpulang.
Berikut rekam jejak Titiek Puspa selama 67 tahun berkarir di belantika seni di Indonesia.
- Menjuarai Bintang Radio: Sudarwati memulai karirnya dengan menjuarai ajang Bintang Radio tingkat Jawa Tengah pada tahun 1954. Kemenangan ini membuka jalannya untuk menjadi penyanyi tetap Orkes Simfoni Jakarta di bawah pimpinan Sjaiful Bachri.
- Dukungan Presiden Soekarno: Penampilannya yang memukau di Istana Negara di hadapan Presiden Soekarno dan para tamu undangan semakin melambungkan namanya. Presiden Soekarno pula yang memberikan nama panggung "Titiek Puspa".
- Album Perdana: Pada tahun 1963, Titiek Puspa merilis album perdananya yang berjudul "Si Hitam dan Pita". Album ini berisi lagu-lagu ciptaannya sendiri dan menandai awal kiprahnya sebagai seorang pencipta lagu yang handal.
Masa Keemasan dan Produktivitas Tinggi:
- Ratusan Lagu Ciptaan: Sepanjang karirnya, Titiek Puspa diperkirakan telah menciptakan antara 400 hingga 600 lagu dengan berbagai tema, mulai dari cinta, persahabatan, hingga isu-isu sosial. Sebanyak 61 lagu diciptakan istri seniman Mus Mualim tersebut saat menjalani kemoterapi kanker serviks di sebuah rumah sakit di Singapura.
- Lagu-Lagu Ikonik: Banyak lagu ciptaan perempuan kelahiran Tanjung, Tabalong, Kalimantan selatan, yang menjadi hits dan ikonik di blantika musik Indonesia, seperti "Kupu-Kupu Malam", "Bing", "Apanya Dong", "Pantang Mundur", "Marilah Kemari", dan "Mama".
- Dua Lagu Terbaik Sepanjang Masa: Majalah Rolling Stone Indonesia memasukkan dua lagu Titiek Puspa, "Kupu-Kupu Malam" dan "Bing", dalam daftar "150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa" pada tahun 2009.
- Kolaborasi dengan Musisi Lain: Titiek Puspa juga dikenal karena kontribusinya dalam mengembangkan karir penyanyi lain, seperti Lilis Surjani ("Gang Kelinci"), Dara Puspita ("Mari-Mari"), Broery Pesolima, Eddy Silitonga, dan banyak lagi. Ia juga aktif berkolaborasi dengan penyanyi anak-anak seperti Saskia dan Geofanny di era 90-an.
Ekspansi ke Dunia Hiburan Lain:
- Film dan Sinetron: Selain bernyanyi dan menciptakan lagu, Titiek Puspa juga merambah dunia akting. Ia membintangi sejumlah film layar lebar, termasuk "Minah Gadis Dusun", "Inem Pelayan Seksi", dan "Ini Kisah Tiga Dara". Ia juga aktif di teater televisi.
- Operet: Titiek Puspa juga dikenal dengan karya-karya operetnya di TVRI pada era 70-an hingga 90-an, yang seringkali bertema hari raya Idul Fitri.
Penghargaan dan Pengakuan:
- BASF Award: Pada tahun 1994, ia menerima BASF Award untuk kategori "Pengabdian Panjang di Dunia Musik".
- Lifetime Achievement Awards: Titiek Puspa menerima berbagai penghargaan lifetime achievement dari berbagai institusi, termasuk SCTV Awards (2001), Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards (2016), Indonesian Choice Awards (2018), dan Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) (2018).
- Dedikasi untuk Musik Indonesia: Pada Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2021, ia menerima penghargaan khusus untuk dedikasinya terhadap musik Indonesia.
- The Immortals: Majalah Rolling Stone Indonesia mengabadikannya sebagai salah satu dari "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa" pada tahun 2008.
Karya di Usia Senja:
- Tetap Produktif: Meskipun telah berusia senja, Titiek Puspa tetap aktif berkarya. Ia merilis album baru dan tampil di berbagai acara.
- Album Perjalanan Karir: Pada tahun 2021, di usia 84 tahun dan merayakan 69 tahun karirnya, ia meluncurkan dua album digital, "69 Tahun Perjalanan Karir Titiek Puspa" dan album debutnya yang dirilis ulang, "Puspa Dewi".
Secara keseluruhan, jejak karir Titiek Puspa di belantika musik Indonesia sangatlah signifikan.
Ia bukan hanya seorang penyanyi dengan suara khas, tetapi juga seorang pencipta lagu yang produktif dan inovatif.
Titiek Puspa juga seorang entertainer serba bisa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan industri hiburan tanah air.
Dedikasi, bakat, dan karya-karyanya telah menjadikannya sebagai salah satu legenda musik Indonesia yang tak akan pernah terlupakan. ***
Editor : Ibnu Yunianto