Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengenal Basilika Santa Maria Maggiore, Tempat Peristirahatan Terakhir Paus Fransiskus

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 22 April 2025 | 17:14 WIB
PERISTIRAHATAN PAUS- Gereja Santa Maria Maggiore di Roma, Italia.
PERISTIRAHATAN PAUS- Gereja Santa Maria Maggiore di Roma, Italia.

RADAR BALI - Berdiri megah di jantung kota Roma, Basilika Santa Maria Maggiore bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan juga saksi bisu perjalanan panjang iman Katolik.

Sebagai salah satu dari empat basilika mayor di Roma, gereja ini menyimpan kekayaan sejarah, seni, dan spiritualitas yang menjadikannya tempat ziarah penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia.

Kisah Basilika Santa Maria Maggiore berawal pada abad ke-5, tepatnya setelah Konsili Efesus (431 M) yang menegaskan Maria sebagai Theotokos (Bunda Allah).

Legenda menyebutkan bahwa pada malam tanggal 4 Agustus, Bunda Maria menampakkan diri dalam mimpi kepada Paus Liberius dan seorang bangsawan kaya bernama Giovanni.

Maria meminta mereka untuk membangun sebuah gereja di tempat salju ajaib turun di Bukit Esquiline pada musim panas.

Keajaiban ini benar-benar terjadi keesokan harinya, dan Paus Liberius segera memerintahkan pembangunan basilika yang awalnya dikenal sebagai Basilika Liberiana.

Seiring berjalannya waktu, basilika ini mengalami berbagai renovasi dan penambahan.

Struktur dasar abad ke-5 masih terlihat dalam denah dan beberapa bagian mosaik.

Pada abad ke-13, ditambahkanlah lonceng bergaya Romanesque yang ikonik.

Fasad basilika yang kita lihat saat ini sebagian besar berasal dari abad ke-18, dirancang oleh Ferdinando Fuga.

Namun, di baliknya tersembunyi kekayaan seni dari berbagai periode, termasuk mosaik abad ke-5 di nave dan lengkungan kemenangan, serta mosaik abad ke-13 di apse.

Keutamaan Spiritual dan Relikui Suci

Basilika Santa Maria Maggiore memiliki keutamaan spiritual yang mendalam bagi umat Katolik.

Sebagai salah satu basilika mayor, gereja ini memiliki Porta Santa (Pintu Suci) yang hanya dibuka selama Tahun Yubileum, melambangkan kesempatan untuk pengampunan dan rahmat khusus.

Selain itu, basilika ini menyimpan relikui penting, termasuk palungan suci tempat Yesus dilahirkan.

Relikui ini ditempatkan di bawah altar utama dan menjadi daya tarik utama bagi para peziarah yang ingin merasakan kedekatan dengan peristiwa kelahiran Kristus.

Kehadiran relikui ini semakin memperkuat status Basilika Santa Maria Maggiore sebagai tempat ibadah yang istimewa.

Gereja ini juga menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi beberapa tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik, termasuk Paus Pius V dan Paus Klemens VIII.

Makam-makam mereka yang megah menjadi pengingat akan peran penting basilika ini dalam sejarah kepausan.

Paus Fransiskus telah mengungkapkan keinginannya untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, sebuah pilihan yang tidak lazim mengingat para paus biasanya dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Alasan di balik keinginan ini sangat pribadi dan mencerminkan devosi mendalam Paus Fransiskus kepada Bunda Maria.

Sejak awal masa kepausannya, Paus Fransiskus menunjukkan kedekatan dan penghormatan yang besar kepada Maria.

Beliau sering mengunjungi Basilika Santa Maria Maggiore untuk berdoa di hadapan ikon Salus Populi Romani (Keselamatan Umat Roma), sebuah ikon kuno yang sangat dihormati dan diyakini memiliki kekuatan pelindung bagi kota Roma.

Kunjungan-kunjungan ini menunjukkan ikatan spiritual yang kuat antara Paus Fransiskus dan Bunda Maria di tempat ini.

Keinginan untuk dimakamkan di Santa Maria Maggiore dapat dilihat sebagai ungkapan rasa terima kasih dan penyerahan diri Paus Fransiskus kepada perlindungan Maria.

Pilihan ini juga bisa menjadi pesan simbolis, menekankan pentingnya devosi Maria dalam kehidupan seorang Kristiani.

Keinginan Paus Fransiskus untuk dimakamkan di sana semakin menegaskan signifikansi basilika ini dalam hati dan sejarah Gereja Katolik. ***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#paus francis #Paus Fransiscus Meninggal Dunia #paus fransiskus #paus fransiscus sakit #Paus Franciscus Vatikan #Paus Fransiskus Berkunjung ke Indonesia #paus #Paus Fransikus Wafat #Paus Fransiscus #Paus Fransikus