RADAR BALI - Sebanyak 29 orang santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Dusun Mangunsari, Gadingsari, Sawangan, Magelang, menjadi korban tanah longsor.
Peristiwa terjadi pada Jumat (25/4) pukul 10.30 WIB pada saat santri sedang mengantre untuk mandi menjelang shalat Jumat.
Longsoran tanah di belakang kamar mandi asrama menyebabkan tandon air yang berada di atasnya roboh dan menimpa area kamar mandi yang saat itu tengah padat oleh aktivitas santri.
BPBD Magelang baru berhasil menyelesaikan evakuasi pada pukul 23.30 WIB.
Beberapa santri berhasil diselamatkan dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Sedangkan sebagian santri terjebak di dalam bangunan yang roboh.
Peristiwa tersebut menyebabkan 29 orang menjadi korban.
Sebanyak 16 santri menjalani rawat inap di rumah sakit dan 9 santri menjalani rawat jalan.
Sedangkan 4 orang santri dinyatakan meninggal dunia.
Identitas santri yang meninggal dunia adalah:
Wildan – asal Surabaya, dievakuasi pukul 18.00 WIB.
Reyfhan Hafidz – asal Tangerang, dievakuasi pukul 19.20 WIB.
Bima Arya – asal Surabaya, dievakuasi pukul 20.00 WIB.
Fadil Hanafi – asal Depok, dievakuasi pukul 20.00 WIB,
Berikut daftar nama santri yang dirawat di RSUD Merah Putih:
- Fahza Kahfi, 16, Surabaya, rawat jalan
- Habib Faydhl, 15, Pacitan
- Dzikri Habiburrahman, 14, Bandung, rawat jalan
- Haniburohman, 14, Tuban, rawat jalan
- Fahri Aqila, 15, Jakarta,rawat inap
- Ghiats Aqil Fawaz, 17, Depok, rawat jalan
- Fadya Hamzah, 17, NTT
- Elroy Akhdan, 17, Pati
- Muhammad Rizky Ramadhan, 13, Bandung, rawat inap
- Ukasy Bana Almajeda, 15, Lampung, rawat inap
- Ramadan Aryuda, 16, Banten
- Aidan Rabbani, 15, Depok,
- Rifat Lamubni, 14, Sukabumi, rawat jalan
- Hilmi Haruna, 14, Surabaya, rawat jalan
- Rey Alfath, 16, Tangerang, rawat jalan
- Daru Athaya, 14, Bandung, rawat jalan
- Energi Zieda, 14, Trenggalek, rawat jalan
- Arsy Ar Rayhan, 15, Jakarta, rawat jalan
- Dzul Hilmi Hanif, 15, Depok,
- Muhammad Azmi Ta’dad, 15, Bekasi, rawat jalan
- Rifqi Fathurrahman, 16, DI Yogyakarta, rencana rujuk
- Farel Vanesa, 17, Bekasi, rawat inap
- Khairul Rohim, 16, Bekasi
- Rando Tri, 16, Jakarta
Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tanah longsor tersebut.
"Doa kami panjatkan untuk para santri yang wafat—semoga Allah SWT menerima mereka dalam kasih sayang-Nya dan menempatkan mereka di surga terbaik. Kepada para santri yang dirawat, kami doakan segera sembuh. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan keikhlasan,” ungkap Basnang.
“Ini adalah musibah yang tak diharapkan, dan menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengawasan keselamatan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Direktur pesantren juga mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama mendoakan para korban serta memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong.
"Pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah bersama. Mari kita jaga bersama keselamatannya, demi generasi masa depan yang tumbuh dalam keamanan, ilmu, dan kasih sayang," imbuhnya. ***
Editor : Ibnu Yunianto