RADAR BALI - Pura Luhur Lempuyang di Karangasem, Bali, telah ditutup selama lima hari mulai Rabu (23/4) hingga Minggu (27/4).
Mulai Senin (28/4), pura tersebut kembali dibuka untuk umum.
Penutupan pura yang terkenal dengan julukan gate of heaven di kalangan wisatawan tersebut dilakukan untuk menghormati pelaksanaan pujawali atau upacara piodalan pura yang berada di Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, tersebut.
Selama lima hari, Pura Lempuyang hanya dibuka untuk pemedek yang hendak sembahyang dalam rangka pujawali.
”Tujuannya biar pemedek fokus melakukan persembahyangan. Ini rutin dilakukan setiap enam bulan,” kata Bendesa Desa Adat Purwayu I Nyoman Jati.
Pujawali dilakukan di lima palebahan pura yang menjadi satu di kawasan suci Pura Sad Kahyangan Lempuyang.
Yakni, Pura Pasimpenan, Pura Penataran, Pura Telaga Mas, Pura Pasar Agung dan Pura Pucak Luhur
Piodalan pura tersebut berlangsung dua kali dalam setahun, pada Purnama Kapat dan Purnama Kedasa.
Seperti piodalan sebelumnya, bendesa menyiapkan belasan bus shuttle yang menjemput pemedek dari Terminal Banjar Kemuda hingga pelataran Pura Lempuyang.
Bendesa juga menyiagakan ojek yang mengantarkan pemedek dari Pura Telaga Mas ke Pura Puncak Luhur.
Selain sebagai tempat ibadah, Pura Luhur Lempuyang menjadi salah satu tempat tujuan wisata populer bagi wisatawan asing dan domestik.
Salah satu atraksi utama di pura tersebut adalah berfoto dengan latar belakang gerbang bentar dan latar depan tampak seperti kilauan air.
Meski demikian, dibutuhkan fisik yang prima karena pengunjung harus mendaki sekitar 1.700 anak tangga atau memutar melalui jalan setapak yang rindang.
Karena merupakan tempat suci, pengunjung pura diimbau tidak berkata kotor, sedang haid, menyusui, anak yang belum tanggal gigi susu, memiliki keluarga yang baru saja meninggal dunia (cuntaka), dan membawa atau mengonsumsi daging babi. ***
Editor : Ibnu Yunianto