RADAR BALI - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menemukan praktik perjokian dalam ujian tertulis berdasarkan tes (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Mulai UTBK sesi 1 hingga sesi 12, panitia berhasil menangkap basah praktik perjokian dengan menangkap 10 joki di berbagai kampus lokasi ujian UTBK di seluruh Indonesia.
Praktik perjokian ditemukan berdasarkan pemeriksaan silang identitas peserta ujian dan orang yang menghadiri ujian oleh panitia lokal.
Panitia juga menemukan dugaan praktik perjokian tersebut melibatkan sindikat.
Ketua Umum SNPMB 2025 Prof Eduart Wolok mengatakan, polisi dan panitia SNPMB telah menggerebek salah satu kamar hotel yang menjadi pusat komunikasi sindikat.
Orang-orang yang terlibat sudah melarikan diri, namun peralatan yang digunakan tertinggal. "Kasus tersebut sedang didalami," kata Eduart dalam keterangan pers di akun Youtube SNPMB ID.
Panitia SNPMB juga menangkap salah satu panitia lokal UTBK di Universitas Negeri Semarang yang diduga terlibat dalam kecurangan di UTBK 2025.
"Sanksinya sudah pasti dipecat, namun kita dalami ke pihak-pihak yang terkait di belakangnya," katanya.
Panitia SNPMB juga menegaskan upaya untuk mencuri naskah UTBK dengan menggunakan sejumlah perangkat canggih masih berlanjut.
Setelah menemukan 9 praktik pencurian soal pada dua hari pertama, panitia menemukan 5 praktik pencurian soal dengan menggunakan beragam perangkat.
"Salah satunya disembunyikan di ciput jilbab dan di kacamata yang frame-nya ada kameranya," katanya.
Panitia juga memeriksa kejadian yang tidak lazim atau anomali berupa 4 ribu peserta UTBK yang mendaftar untuk mengikuti ujian di wilayah yang jauh dari alamat rumah.
Misalnya, peserta yang tinggal di Jogja dan Bandung namun memilih untuk melakukan tes di Kalimantan.
Panitia menengarai keterlibatan salah satu bimbingan belajar di Jogjakarta yang mencoba mengumpulkan soal UTBK sebanyak mungkin.
"Masih dilacak apakah ini modus perjokian atau mengambil soal sebanyak-banyaknya," terang Eduart.
Panitia SNPMB memastikan seluruh peserta UTBK SNBT yang curang akan kehilangan hak untuk masuk PTN melalui jalur UTBK maupun jalur mandiri.
"Apakah hanya berlaku satu tahun atau dua tahun akan kita rapatkan lagi, karena kita juga mempertimbangkan hak untuk memperoleh pendidikan tinggi," katanya.
Meski terdapat upaya pencurian set soal UTBK yang sudah diujikan, Eduart memastikan tidak ada kebocoran soal UTBK.
"Kalau ada soal yang difoto, itu kan soal yang sudah diujikan. Soal itu dipastikan tidak akan muncul di ujian berikutnya. Karena itu, pencurian soal bukan berarti ada kebocoran," katanya.
Pasalnya, panitia SNPMB telah membuat lebih dari 23 set soal di UTBK 2025. Padahal, hanya ada 23 sesi UTBK.
Eduart juga memastikan kerahasiaan soal karena hanya tiga orang yang mengetahui akun dan password soal dan kunci jawaban soal UTBK SNPMB secara nasional.
"Meski kita mengirimkan soal ke panitia lokal secara elektronik, namun tidak akan ada yang bisa membuka sampai saat ujian dilakukan," terang Eduart. ***