RADAR BALI - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud membuat heboh karena menjuluki Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai gubernur konten.
Peristiwa tersebut terjadi saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR pada Selasa (29/4).
Hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan sejumlah gubernur dan bupati-wali kota yang hadir secara virtual.
Saat Rudy Mas'ud mendapat giliran, dia menyapa peserta rapat.
"Yang saya hormati Bu Wamendagri, terima kasih banyak Ibu Wamen, dan seluruh gubernur yang hadir hari ini. Kang Dedi, Gubernur Konten. Mantap nih, Kang Dedi. Dan seluruh pejabat eselon I Kemendagri yang hadir. Bupati, wali kota via Zoom," katanya.
Sebutan gubernur konten pada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tersebut sontak menjadi viral.
Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi itu pun memberi klarifikasi bahwa berkat beritanya yang viral, biaya iklan Pemprov Jabar turun dari Rp 50 miliar menjadi Rp 3 miliar.
Lantas siapa Rudy Mas'ud?
Rudy Mas'ud lahir di Balikpapan pada 7 Desember 1981, kini mencatatkan namanya dalam sejarah Kalimantan Timur sebagai Gubernur terpilih periode 2025-2030.
Latar belakang pendidikan Rudy Mas'ud terbilang solid. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Balikpapan dan Samarinda, sebelum melanjutkan studi di Universitas Mulawarman.
Di universitas tersebut, ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 2006 dan Magister Ekonomi pada tahun 2020.
Pada tahun 2024, ia berhasil meraih gelar Doktor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman.
Sebelum terjun ke dunia politik, Rudy Mas'ud dikenal sebagai pengusaha sukses di berbagai sektor.
Pengalamannya meliputi transportasi bahan bakar, galangan kapal, dan penyimpanan bahan bakar.
Ia pernah menduduki posisi penting di beberapa perusahaan, seperti Executive Chairman PT Barokah Bersaudara Perkasa (2000–2018) dan Direktur Utama PT Barokah Gemilang Perkasa (2008–2018).
Kesuksesannya di dunia bisnis menjadi modal berharga ketika ia memutuskan untuk mengabdikan diri dalam dunia politik.
Pada Pilkada Kaltim 2024, Rudy Mas'ud bersama pasangannya, Seno Aji, berhasil meraih kemenangan gemilang. Mereka memperoleh 55,7 persen suara, atau setara dengan 997.344 suara sah, mengungguli kandidat lainnya.
Kemenangan ini didukung oleh koalisi besar yang terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PKS, PAN, PPP, PSI, PBB, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda.
Dukungan luas dari berbagai partai politik ini mencerminkan kepercayaan besar masyarakat Kalimantan Timur terhadap visi dan misi Rudy Mas'ud.
Meski baru menjabat, Rudy Mas'ud telah menerima sejumlah penghargaan.
Salah satunya Top BUMD Awards 2025 berkat prestasinya dalam mendorong peningkatan kinerja dan digitalisasi BUMD di Kalimantan Timur. Rudy menargetkan kinerja BUMD Kaltim dapat berkembang seperti BUMD di Jawa Tengah.
Ia juga mendapatkan penghargaan Top Pembina BUMD 2025 atas perannya membina PT MMP Kalimantan Timur dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Rudy Mas'ud menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk mengelola sumber daya alam Kalimantan Timur.
Ia memiliki Visi untuk menghasilkan generasi emas di Kalimantan timur.
Rudy Mas'ud memiliki program aplikasi "Satu Akses untuk Kalimantan Timur" (SAKTI) yang bertujuan untuk memangkas birokrasi dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Program pelayanan kesehatan gratis di Kaltim yang direncanakan mulai Februari 2025.
Rudy juga merencanakan pembukaan Jembatan Pulau Balang untuk memperlancar arus transportasi dan logistik. ***
Editor : Ibnu Yunianto