Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tanggal 1 Mei Hari Apa Sih? Kupas Sejarah May Day dan Hari Buruh Sedunia

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 30 April 2025 | 19:42 WIB
HARI BURUH: Ratusan buruh turun ke jalan menggelar aksi depan kantor Gubernur Bali menuntut kenaikan upah, Selasa 1 Mei 2024
HARI BURUH: Ratusan buruh turun ke jalan menggelar aksi depan kantor Gubernur Bali menuntut kenaikan upah, Selasa 1 Mei 2024

RADAR BALI - Tanggal 1 Mei, atau yang lebih dikenal dengan sebutan May Day diperingati sebagai Hari Buruh Internasional.

Hari tersebut memiliki akar sejarah yang menyimpan jejak panjang tradisi kuno dan perjuangan gigih kaum pekerja untuk hak-hak mereka.

Jejak Langkah Tradisi Kuno

Sebelum menjadi simbol perjuangan buruh, 1 Mei telah lama dirayakan di berbagai belahan Eropa sebagai penanda datangnya musim semi.

Festival-festival kuno ini sarat dengan simbolisme kesuburan, kelahiran kembali, dan kemenangan kehidupan atas kegelapan musim dingin.

Perayaan Romawi: Bangsa Romawi merayakan Floralia, sebuah festival untuk menghormati Flora, dewi bunga dan musim semi, yang berlangsung dari 27 April hingga 3 Mei.

Tradisi Celtic: Dalam budaya Gaelic, 1 Mei dikenal sebagai Beltane, sebuah festival penting yang ditandai dengan penyalaan api unggun untuk memberkati ternak dan menyambut awal musim penggembalaan di musim panas. Tradisi serupa juga ada di Wales dengan nama Calan Mai.

Tradisi Jermanik: Malam Walpurgis, yang dirayakan pada malam menjelang 1 Mei, melibatkan penyalaan api unggun dan kemungkinan memiliki akar tradisi pra-Kristen.

Tiang Maypole dan Ratu Mei: Di berbagai penjuru Eropa, terutama di Inggris pada Abad Pertengahan, muncul tradisi menari mengelilingi tiang Maypole yang dihias, melambangkan kesuburan. Selain itu, ada pula pemilihan dan penobatan Ratu Mei yang merepresentasikan keindahan musim semi.

Kelahiran Hari Buruh Internasional:

Transformasi 1 Mei dari perayaan musim semi menjadi Hari Buruh Internasional berakar pada gerakan buruh di akhir abad ke-19, terutama di Amerika Serikat.

Pada masa itu, kondisi kerja seringkali tidak manusiawi, dengan jam kerja yang panjang, upah yang rendah, dan lingkungan kerja yang berbahaya.

Gerakan Delapan Jam Kerja: Tuntutan untuk jam kerja delapan jam sehari menjadi fokus utama gerakan buruh. Mereka berargumen bahwa pekerja berhak atas waktu untuk istirahat, rekreasi, dan keluarga di luar pekerjaan.

Pemogokan Umum 1886: Pada tanggal 1 Mei 1886, ratusan ribu pekerja di Amerika Serikat melakukan pemogokan umum untuk menuntut jam kerja delapan jam. Aksi ini merupakan puncak dari kampanye yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Peristiwa Haymarket: Beberapa hari kemudian, pada tanggal 4 Mei, sebuah bom meledak saat demonstrasi buruh di Haymarket Square, Chicago, yang menyebabkan kematian dan luka-luka. Peristiwa tragis ini, meskipun dipolitisasi dan digunakan untuk menekan gerakan buruh, justru menggalvanisasi solidaritas pekerja di seluruh dunia.

Pada tahun 1889, sebuah federasi internasional kelompok sosialis dan serikat pekerja menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari untuk mendukung para pekerja, sebagai peringatan atas Peristiwa Haymarket dan perjuangan untuk hak-hak buruh.

Pada tahun berikutnya, demonstrasi Hari Buruh internasional pertama kali diadakan.
Mengapa 1 Mei Diperingati sebagai Hari Buruh?

May Day di Era Modern

Saat ini, May Day dirayakan di berbagai negara dengan cara yang beragam. Di banyak tempat, 1 Mei adalah hari libur nasional yang diisi dengan parade, demonstrasi, dan acara-acara budaya yang diselenggarakan oleh serikat pekerja dan organisasi buruh lainnya.

Di sisi lain, tradisi-tradisi musim semi kuno seperti tiang Maypole dan festival bunga masih dipertahankan di beberapa komunitas sebagai perayaan kegembiraan musim semi.

Meskipun beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Kanada, merayakan Hari Buruh pada tanggal yang berbeda di bulan September, tanggal 1 Mei tetap menjadi simbol global perjuangan dan solidaritas pekerja.

May Day adalah pengingat yang kuat akan akar sejarah gerakan buruh dan pentingnya terus memperjuangkan hak-hak pekerja di seluruh dunia.

Dari perayaan musim semi yang penuh harapan hingga seruan untuk keadilan sosial, 1 Mei terus membawa makna yang mendalam bagi banyak orang.

Peringatan Hari Buruh di Indonesia

Perjuangan buruh di Indonesia telah ada sejak masa kolonial Belanda. Pada tanggal 1 Mei 1918, Serikat Buruh Kung Tang Hwee di Semarang memprakarsai peringatan Hari Buruh pertama di Indonesia, sebagai bentuk protes terhadap kondisi kerja yang tidak adil dan upah yang rendah.

Setelah kemerdekaan, Hari Buruh kembali diperjuangkan. Pada tahun 1946, Kabinet Sjahrir secara resmi mengusulkan agar 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh.

Dua tahun kemudian, pada tahun 1948, Presiden Soekarno mengeluarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 yang mengatur bahwa setiap tanggal 1 Mei, buruh diperbolehkan untuk tidak bekerja.

Pada masa Orde Baru, peringatan Hari Buruh sempat dilarang karena dianggap terkait dengan ideologi komunis.

Namun, setelah Reformasi 1998, peringatan May Day kembali marak dirayakan oleh berbagai serikat pekerja dan organisasi buruh di Indonesia, menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan perbaikan kondisi kerja.

Penetapan 1 Mei Sebagai Hari Libur Nasional:

Setelah perjuangan panjang dari gerakan buruh, akhirnya pada tanggal 29 Juli 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013. Ketetapan ini mulai berlaku pada tahun 2014.

Penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional merupakan pengakuan resmi negara terhadap perjuangan dan kontribusi kaum buruh dalam pembangunan bangsa.

Setiap tahunnya, Hari Buruh di Indonesia diperingati dengan berbagai kegiatan seperti aksi unjuk rasa damai, parade, seminar, dan acara kebudayaan yang diselenggarakan oleh serikat pekerja dan organisasi buruh di berbagai daerah. ***

 

 

 

Editor : Ibnu Yunianto
#1 Mei hari libur apa #1 mei memperingati hari apa #may day #1 mei hari buruh #hari buruh internasional #tanggal 1 mei hari apa #hari buruh #hari buruh international #Sejarah May Day #buruh demo #buruh #hari buruh 1 mei apakah libur #mayday #Hari Buruh Internasional atau May Day #arti may day #Hari Buruh Internasional 2025 #hari buruh 2025 #Internazionale #1 mei #mayday 2025 #May Day 1 Mei #Hari Buruh 1 Mei