Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tiga Mahasiswa Jadi Joki UTBK 2025, ITB Bentuk Komisi Pelanggaran Akademik

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 2 Mei 2025 | 18:05 WIB
KOMPETITIF - Pelaksanaan tes UTBK SNBT 2025 akan berlangsung selama 10 hari pada 23 April hingga 3 Mei 2025.
KOMPETITIF - Pelaksanaan tes UTBK SNBT 2025 akan berlangsung selama 10 hari pada 23 April hingga 3 Mei 2025.

RADAR BALI - Skandal perjokian di ujian nasional berdasarkan tes (UTBK) terungkap.

Hingga sesi ke-12 UTBK, Panitia SNPMB 2025 menyebut telah menangkap basah aksi perjokian yang melibatkan 10 joki dan 50 peserta UTBK SNPMB.

Salah satu kejadian yang diungkapkan adalah praktik perjokian di pusat UTBK Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Panitia SNPMB menemukan empat kartu peserta yang menampilkan wajah serupa namun menggunakan identitas yang berbeda.

Nama joki yang tertera di empat kartu tersebut adalah Lukas Valentino Nainggolan (LNV).

Lukas merupakan mahasiswa aktif Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2018.

Lukas ditengarai Panitia SNPMB 2025 menjadi joki untuk empat peserta sekaligus.

Selain itu, identitas terduga joki yang lain adalah Healthy Febriani Jessica dan Kamila Djibran yang menjadi mahasiswa ITB pada 2018 dan saat ini telah lulus. 

Healthy adalah alumnus Teknik Perminyakan ITB 2022.

Sedangkan Khamila Djibran merupakan alumnus Teknik Pertambangan ITB 2023.

Ketiganya tersebut terlibat dalam jaringan sindikat joki UTBK lintas provinsi dengan memanfaatkan pengeditan wajah berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligent) untuk menyamarkan identitas dalam kartu peserta UTBK.

Menanggapi hal tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam siaran pers di situs resmi kampus mengkonfirmasi bahwa LVN merupakan mahasiswa aktif ITB.

ITB menegaskan bahwa kejadian perjokian tersebut tidak terjadi di pusat UTBK ITB.

Meski demikian, ITB sangat menyesalkan bahwa praktik perjokian tersebut dilakukan oleh seorang mahasiswa yg seharusnya menjunjung tinggi etika akademik.

"Untuk itu dengan segera kami melakukan langkah-langkah penegakan aturan akademik dan kemahasiswaan," tegas ITB dalam siaran persnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab institusi atas dugaan terlibatnya mahasiswa ITB tersebut, Rektorat ITB telah membentuk Komisi Pelanggaran Akademik dan Kemahasiswaan untuk menindaklanjuti pemeriksaan kasus ini.

"Komisi ini bertugas memeriksa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan, dan jika terbukti maka Komisi akan merekomendasikan sanksi kepada Rektor ITB sesuai dengan ketentuan."

Terkait dengan dugaan tindak pidana, ITB menyerahkan proses dan penanganannya kepada pihak kepolisian.

ITB menegaskan komitmen menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab akademik.

Selainn itu, salah satu kampus terbaik di Indonesia tersebut senantiasa berupaya menjaga kepercayaan publik dan mendorong terciptanya budaya akademik yang jujur, bersih, dan beretika. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#joki UTBK SNBT 2025 #snpmb #UTBK SNBT 2025 #SNPMB 2025 #SNBP 2025 #Panitia SNPMB #Joki UTBK #jalur mandiri #Panitia SNPMB 2025 #Joki UTBK 2025 #utbk 2025 #utbk #SNBP #UTBK SNBT