RADAR BALI - Kementerian Agama resmi menutup pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) reguler 1446 H/2025.
Penutupan pelunasan pelunasan BPIH reguler dilakukan setelah beberapa kali diperpanjang.
Hingga saat penutupan, sebanyak 213.860 jemaah sudah melakukan pelunasan BPIH.
Rinciannya, sebanyak 183.197 jemaah yang berhak lunas pada tahap 1 dan tahap 2 sesuai kuota.
Selain itu, terdapat 28.459 jemaah lunas BPIH yang berstatus cadangan yang telah disebar sesuai porsi masing-masing provinsi.
Selain itu, 1.520 petugas haji daerah dan 684 pembimbing ibadah haji pada kelompok bimbingan ibadah haji dan umroh (KBIHU).
Tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota 221 ribu jemaah haji, meliputi 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.
"Alhamdulillah, secara nasional data lunas cadangan sudah memenuhi kuota yang ada. Semoga tahun depan tidak ada yang mundur atau menunda keberangkatan," kata Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Muhammad Zain.
Pemberangkatan haji Indonesia akan dilakukan melalui 14 embarkasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Masing-masing embarkasi terdiri dari 12-90 kelompok terbang (kloter).
Pemberangkatan haji Indonesia dilakukan dalam dua gelombang.
Gelombang pertama akan diberangkatkan dari masing-masing embarkasi menuju Madinah.
Sedangkan pada gelombang dua dilakukan pemberangkatan dari masing-masing embarkasi menuju Jeddah.
Gelombang satu dari masing-masing embarkasi mulai diberangkatkan pada 2 Mei 2025, setelah sehari sebelumnya masuk ke asrama haji.
Kementerian Agama telah menunjuk tiga maskapai untuk mengangkut jemaah dan petugas dari masing-masing embarkasi, yakni Garuda Indonesia, Saudia Airlines, dan Lion Air.
Garuda akan mengangkut 104.172 jemaah reguler dan petugas haji yang terdiri dari 287 kelompok terbang (kloter) dari sembilan embarkasi.
Yakni, Aceh, Medan, Padang, Pondok Gede, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.
Sedangkan Saudia Airlines akan mengangkut 102.182 jemaah dan petugas dari lima embarkasi, yakni Batam (BTH), Palembang (PLM), Kertajati (KJT), Surabaya (SUB), serta Jakarta-Pondok Gede (JKG) dan Jakarta-Bekasi (JKS).
Sementara maskapai Lion Air mengangkut 11.762 jemaah haji dari Padang dan Banjarmasin.
Kementerian Agama memastikan seluruh persiapan menjelang kedatangan jemaah haji di tanah suci sudah rampung, baik persiapan akomodasi, transportasi, maupun konsumsi.
Selain itu, jemaah juga akan mendapatkan layanan konsultan ibadah dan pembimbing ibadah.
Kementerian Agama tahun ini telah menyiapkan layanan Munakosah yang memungkinkan jemaah mendapatkan informasi tentang lokasi gedung dan kamar di asrama haji sejak H-2 keberangkatan.
Seluruh tas kabin milik jemaah juga tidak perlu dibawa ke kamar di masing-masing asrama karena sudah ada petugas yang mengantarkan. Dengan demikian, proses check-in akan semakin cepat.
Selain itu, sebanyak 122.291 jemaah yang berangkat dari bandara Jakarta, bandara Solo, dan bandara Surabaya juga akan mendapatkan pelayanan fast track di Arab Saudi.
Jemaah tersebut akan langsung menuju hotel setiba di bandara Madinah maupun Jeddah sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga.
Hingga Sabtu, 3 Mei 2025 pukul 08.00 WIB atau 04.00 WAS, tercatat sebanyak 6.597 jemaah dari 17 kloter telah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.
pada hari ini sebanyak 8.294 jemaah dan petugas haji akan diberangkatkan dalam 21 kloter dari berbagai embarkasi di Indonesia. ***
Editor : Ibnu Yunianto