Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengenal Kardinal Ignatius Suharyo yang Berpeluang Menjadi Paus ke-267

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 4 Mei 2025 | 20:57 WIB

DEKAT - Kardinal Ignatius Suharyo bertemu Paus Fransiskus dalam sebuah kesempatan.
DEKAT - Kardinal Ignatius Suharyo bertemu Paus Fransiskus dalam sebuah kesempatan.

RADAR BALI – Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo adalah seorang prelatus Gereja Katolik Indonesia.

Ia menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta sejak 29 Juni 2010, menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja, S.J.

Sebelum ditunjuk oleh Paus Fransiskus sebagai Uskup Agung Jakarta, Kardinal Suharyo adalah Uskup Koajutor Jakarta.

Lahir pada 9 Juli 1950 di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Kardinal Suharyo menempuh pendidikan di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius di Mertoyudan, Magelang.

Kardinal Suharyo lahir dari keluarga Katolik yang taat. Saudara lelakinya juga seorang biarawan dan dua saudara perempuannya mengabdikan diri sebagai biarawati.

Ignatius Suharyo muda memutuskan untuk mengabdikan diri di gereja setelah mendapatkan pencerahan dari Romo Theodorus Holthuyzen S.J.

Setelah lulus dari Seminari Mertoyudan, Ignatius Suharyo meraih gelar sarjana bidang Filsafat dan Teologi dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, pada tahun 1971. Kardinal Suharyo ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 26 Januari 1976.

Pria yang pernah bercita-cita menjadi polisi ini lantas melanjutkan studi bidang filsafat dan teologi biblika hingga meraih gelar doktor dari Universitas Kepausan Urbaniana pada 1981.

Penahbisan sebagai uskup didapatkan pada 22 Agustus 1997 dan beliau mengabdi di Keuskupan Agung Semarang hingga 2009.

Pada 29 Juni 2010, Ignatius Suharyo menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja.

Pada 5 Oktober 2019, Ignatius Suharyo diangkat menjadi kardinal oleh Paus Fransiskus.

Kardinal adalah gelar yang diberikan Paus kepada para asisten dan penasihat dekat Paus.

Selain menjadi Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo juga menjabat sebagai ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Ordinaris Militer.

Sebagai seorang kardinal yang berusia kurang dari 80 tahun, Kardinal Ignatius Suharyo merupakan Kardinal elektor yang berhak untuk memilih dan dipilih menjadi paus ke-267 menggantikan Paus Fransiskus.

Untuk itu, Kardinal Ignatius Suharyo pada Minggu (4/5) ini bertolak ke Roma untuk selanjutnya mengikuti prosesi Konklaf yang dimulai pada 7 Mei 2025 pukul 10.00 Waktu Roma.

Kardinal Suharyo menjadi orang ketiga di Indonesia yang mengikuti konklaf.

Kardinal pertama dari Indonesia adalah Justinus Darmojuwono, yang diangkat menjadi kardinal pada 1967.

Kardinal Justinus menjabat sebagai Uskup Agung Semarang dari 1963 hingga 1981.

Pada 1967, pria kelahiran Godean ini diangkat menjadi kardinal oleh Paus Paulus VI.

Sebagai kardinal, Julius Darmojuwono ikut serta dalam dua konklaf, yakni pada 25-26 Agustus 1978 yang memilih Paus Yohanes Paulus I serta 14-16 Oktober 1978 yang memilih Paus Yohanes Paulus II.

Menariknya, konklaf tersebut hanya berselang beberapa bulan karena Paus Yohanes Paulus I meninggal tepat 33 hari setelah ditahbiskan sebagai Paus.

Kardinal kedua asal Indonesia yang mengikuti konklaf adalah Kardinal Julius Darmaatmadja yang menjadi kardinal pada 1994.

Beliau ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1969 oleh Kardinal Justinus Darmojuwono dan menjabat sebagai Uskup Agung Semarang dari tahun 1983 hingga 1996.

Sebagai seorang kardinal, Kardinal Julius Darmaatmadja ikut serta dalam konklaf 2005 yang memilih Paus Benediktus XVI. Meskipun memenuhi syarat, Kardinal Julius Darmaatmadja tidak menghadiri konklaf 2013 yang memilih Paus Fransiskus karena alasan kesehatan. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#Konklaf #vatikan #vatican news #ignatius suharyo #Kardinal Ignatius Suharyo #ignatius suharyo hardjoatmodjo