Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Puasa Arafah dan Tarwiyah: Kapan, Niat, dan Keutamaan

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 21 Mei 2025 | 22:12 WIB

Puasa Arafah - ilustrasi
Puasa Arafah - ilustrasi

RADAR BALI - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah.

Dua puasa yang sangat ditekankan pada awal bulan Dzulhijjah adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah, yang memiliki keutamaan besar sebagai bentuk persiapan menyambut hari raya kurban.


Kapan Puasa Arafah dan Tarwiyah Dilaksanakan?

Berdasarkan Kalender Hijriah 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah akan bertepatan pada Jumat, 6 Juni 2025.

Puasa sunnah menjelang Idul Adha dilakukan selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Dalam rentang waktu ini, terdapat dua hari puasa yang sangat mulia:

  • Puasa Tarwiyah: Dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
  • Puasa Arafah: Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepatnya sehari sebelum Idul Adha.

Penting untuk diingat bahwa penetapan awal Dzulhijjah masih akan dipastikan melalui sidang isbat yang digelar oleh Kemenag.

Namun, jika hasil sidang isbat sesuai dengan kalender Hijriah Kemenag RI, maka jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah tahun 2025 (1446 H) adalah sebagai berikut:

  • 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Rabu, 4 Juni 2025
  • 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Kamis, 5 Juni 2025
  • 10 Dzulhijjah (Idul Adha 1446 H): Jumat, 6 Juni 2025

Dengan demikian, puasa Tarwiyah akan dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025, diikuti oleh puasa Arafah pada Kamis, 5 Juni 2025.

Rasulullah SAW melarang umatnya untuk berpuasa pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).


Tata Cara dan Niat Puasa Arafah

Puasa Arafah hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat ditekankan untuk dilakukan bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Puasa ini dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Berikut adalah tata caranya:

  1. Niat: Niat puasa Arafah dilakukan pada malam hari sebelum puasa dimulai. Lafalnya adalah: "Nawaitu souma yauma 'Arafata sunnata lillahi ta'ala" (Saya niat puasa Arafah sunnah karena Allah Ta'ala). Untuk puasa Tarwiyah, niatnya adalah "Nawaitu shouma Tarwiyata sunnatan lillaahi Ta’ala" (Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala).

  2. Sahur: Disunnahkan untuk sahur sebelum puasa dimulai, meskipun hanya dengan air putih.

  3. Menahan Diri: Selama puasa, kita harus menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri.

  4. Berbuka: Berbuka puasa saat matahari terbenam atau saat masuk waktu Magrib.


Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar, di antaranya:

  • Menghapus Dosa: Puasa Arafah dipercaya dapat menghapus dosa-dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya. Ini adalah salah satu keutamaan terbesar puasa ini.
  • Membebaskan dari Api Neraka: Puasa Arafah juga dapat membebaskan pelakunya dari siksa api neraka.

Penting untuk digarisbawahi bahwa puasa Arafah tidak diwajibkan bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah haji.

Hal ini karena dikhawatirkan dapat mengganggu pelaksanaan wukuf di Arafah, yang merupakan rukun haji paling utama.

Dengan mengetahui kapan waktu pelaksanaannya, niat, serta keutamaannya, semoga umat Islam dapat memanfaatkan momen mulia ini untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. ***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#lebaran idul adha 2025 #puasa arafah #puasa tarwiyah #Puasa Idul Adha #2025