Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Keunikan Profesi Bidan di Luar Negeri: Gajinya Bisa Rp 1,3 Miliar Per Tahun

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 24 Juni 2025 | 23:17 WIB
Ilustrasi - Twibbon Hari Bidan
Ilustrasi - Twibbon Hari Bidan

RADAR BALI - Profesi bidan adalah pilar utama dalam sistem kesehatan global, berperan krusial dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.

Meskipun esensi tugas mereka – mendampingi perempuan selama kehamilan, persalinan, dan nifas – bersifat universal, namun implementasi, regulasi, dan lingkup praktik bidan dapat sangat bervariasi antar negara.

Perbedaan ini menciptakan keunikan tersendiri, termasuk saat membandingkan profesi bidan di Indonesia dengan negara-negara lain.

Profesi Bidan di Indonesia

Di Indonesia, bidan memegang peranan yang sangat sentral, terutama dalam pelayanan kesehatan primer.

Dengan jumlah yang tersebar hingga ke pelosok desa, bidan desa seringkali menjadi satu-satunya tenaga kesehatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

Hal ini membuat mereka memiliki otonomi yang relatif tinggi dalam memberikan asuhan kebidanan dasar, termasuk pertolongan persalinan normal, perawatan pascapersalinan, hingga program keluarga berencana dan imunisasi.

Di Indonesia, standar pendidikan minimal untuk bidan masih banyak di tingkat Diploma III (D-III) Kebidanan, meskipun kini ada dorongan kuat untuk transisi ke jenjang Sarjana (S1) Kebidanan.

Dalam hal kesejahteraan, standar gaji bidan di Indonesia sangat bervariasi dan cenderung jauh lebih rendah dibandingkan rekan-rekan mereka di negara maju.

Bidan yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti standar gaji ASN, sementara bidan honorer seringkali menerima upah minim.

Bidan praktik mandiri sangat bergantung pada volume pasien, menyebabkan kesenjangan kesejahteraan yang signifikan antara bidan di perkotaan dan di daerah terpencil.

Profesi Bidan di Negara Maju

Perbandingan dengan negara maju menunjukkan spektrum peran bidan yang lebih beragam, didukung oleh sistem kesehatan yang kuat, pendidikan yang tinggi, dan standar kesejahteraan yang lebih stabil.

1. Bidan di Inggris (United Kingdom)

Inggris memiliki sistem kesehatan nasional (NHS) yang kuat, dan bidan adalah bagian integral di dalamnya.

Mereka umumnya harus memiliki gelar Sarjana (Bachelor's Degree) dalam Kebidanan, bahkan ada yang melanjutkan ke tingkat Master untuk spesialisasi atau riset.

Gaji bidan di NHS diatur dalam skala gaji "Agenda for Change", dengan bidan baru memulai sekitar £28,407 - £34,581 per tahun (sekitar Rp 590 juta - Rp 720 juta per tahun).

Bidan di Inggris memberikan asuhan berkelanjutan dari awal kehamilan hingga pascapersalinan, berpraktik di rumah sakit, unit persalinan yang dikelola bidan, atau di rumah, dengan fokus pada persalinan fisiologis.

2. Bidan di Kanada

Di Kanada, profesi bidan diatur secara provinsi, dengan sebagian besar provinsi mewajibkan gelar Sarjana (Bachelor of Science in Midwifery), program 4 tahun.

Rata-rata gaji bidan di Kanada berkisar antara CAD 70,000 - CAD 110,000 per tahun (sekitar Rp 850 juta - Rp 1,3 Miliar per tahun).

Bidan di Kanada kerap menawarkan model "continuity of care" yang kuat, di mana mereka mendampingi klien sepanjang kehamilan, persalinan, dan nifas.

Mereka memiliki hak istimewa di rumah sakit, memungkinkan mereka mendampingi persalinan di berbagai lokasi.

3. Bidan di Belanda

Belanda dikenal dengan tingkat persalinan di rumah yang tinggi dan peran bidan yang sangat mandiri.

Program pendidikan bidan di sana adalah gelar Bachelor (HBO-V Verloskunde) selama 4 tahun.

Gaji rata-rata bidan di Belanda berkisar antara €45,000 - €70,000 per tahun (sekitar Rp 780 juta - Rp 1,2 Miliar per tahun).

Bidan di Belanda adalah penyedia layanan utama untuk kehamilan dan persalinan tanpa komplikasi, memiliki otonomi yang sangat tinggi dalam mengambil keputusan selama persalinan normal, dengan rujukan ke dokter kandungan hanya jika ada indikasi medis yang jelas.

4. Bidan di Australia

Profesi bidan di Australia sangat terintegrasi dengan sistem kesehatan publik dan swasta. Diperlukan gelar Sarjana (Bachelor of Midwifery) selama 3 tahun, atau jalur "dual degree" Keperawatan dan Kebidanan.

Gaji bidan di Australia berkisar antara AUD 75,000 - AUD 100,000+ per tahun (sekitar Rp 800 juta - Rp 1,07 Miliar per tahun).

Australia telah meningkatkan model asuhan berkelanjutan yang dipimpin oleh bidan, dengan bidan memiliki peran luas dalam asuhan antenatal, intranatal, dan postnatal, baik di rumah sakit maupun di komunitas.

Secara kesejahteraan, gaji bidan di negara-negara tersebut jauh lebih tinggi dan stabil, seringkali mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun.

Kesejahteraan ini didukung oleh sistem asuransi kesehatan yang kuat, tunjangan pensiun, cuti berbayar, dan program pengembangan profesional yang lebih terjamin. ***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Hari Bidan Nasional #Hari Bidan Nasional 2025