Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wamendagri Bima Arya Soroti Masalah Sampah Termasuk Bali, Usul Penggunaan Aspal Plastik Proyek Jalan, Pesimis Soal ini

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 6 Juli 2025 | 04:38 WIB

 

MANFAATKAN PLASTIK: Wamendagri Bima Arya minta penggunaan aspal plastik untuk pemeliharaan jalan, guna kurangi penumpukan sampah di TPA,di Jimbaran Sabtu (5/7/2025).
MANFAATKAN PLASTIK: Wamendagri Bima Arya minta penggunaan aspal plastik untuk pemeliharaan jalan, guna kurangi penumpukan sampah di TPA,di Jimbaran Sabtu (5/7/2025).

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Sampah plastik selama ini belum diolah secara optimal. Wakil Menteri Dalam Negeri(Wamendagri) Bima Arya  menyebut,15 persen dari sampah di Indonesia adalah berjenis plastik. Kemudian, 80 persen dari itu sebagian besar terbuang ke laut. Maka  mengancam keberlangsungan ekosistem lingkungan. 

Mantan Wali Kota Bogor meminta pemerintah daerah (pemda) gunakan  aspal plastik pada proyek pembangunan jalan. Hal itu diutarakan dalam talkshow  aspal plastik; Inovasi Ekonomi Sirkulari untuk infrastruktur berkelanjutan di Jimbaran Sabtu (5/7/2025).

”Mari kita lihat 64 juta ton sampah per tahun itu 15 persen sampah plastik.  Itu sekitar 5,4 juta ton dan mayoritas sekitar 3 jutanya itu ke laut. Jadi non sense Indonesia Emas 2045 agak miris, tapi sampah plastik limbah ke laut tidak diselesaikan,” jelas Bima Arya. 

 Baca Juga: Kawal Regulasi, Menteri LH Tegur Danone Segera Ikuti Surat Edaran Gubernur Koster Wujudkan Bali Bersih Sampah Plastik

Sebagai Wamendagri Bima Arya, akan membuat kebijakan pemanfaatan sampah plastik, salah satunya dengan memakai aspal plastik untuk kebutuhan pemeliharaan jalan. 

Kemendagri bersama  Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri berkolaborasi akan segera lakukan  kajian  produksi sampah plastik  per tahun dan daerah yang paling banyak hasilkan sampah. Kemudian dikaitkan langsung dengan kebutuhan pemeliharaan jalan .”Jadi suplai side demand side bisa ketemu,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Bima Arya mengungkapkan akan mencari payung hukum supaya bisa merealisasikam  penggunaan aspal plastik. Ia mencontohkan,  penggunaan kendaraan listrik dipaksakan dengan  instruksi presiden.”Nah sekarang begitu menurut saya pemahaman komprehensif terhadap ekosistem paling hulu regulasi,” terang Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.  

 Baca Juga: BTID Dukung Penuh Konservasi Penyu Serangan, Lebih dari 4.000 Tukik Diselamatkan dan Dikembalikan ke Laut

Untuk penggunaan aspal plastik akan ditentukan daerah yang menjadi pilot project seperti Garut dan Cilegon. Usulnya  cocok jadi showcase Bali karena dijuluki Sorga  Dewata tapi  keseimbangan alam sedang diuji karena eksploitasi pariwisata.

”Sampah plastik laut sebagainya alih fungsi dan sebagainya(masalah di Bali,red). Mata dunia ke sini (Bali,red). Ada  turis berenang  dikeliling samlah itu bisa viral,” tuturnya. 

Harapannya dengan showcase aspal plastik yang telah dilakukan 442 meter persegi di Jimbaran dapat mengunggah stakeholder. 

 Baca Juga: Architect for Kids 2025: Ajang Belajar Anak-anak Jadi Arsitek Penyelamat Kota untuk Masa Depan Lingkungan yang Lebih Baik

Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Rivai, menyampaikan, pihaknya telah memakai aspal plastik di beberapa wilayah Indonesia. Totalnya  sepanjang 120,8 kilometer. Per kilometernya membutuhkan sampah 3 ton sehingga totalnya 1.500 ton sampah telah diolah menjadi aspal.”

Kami mendorong pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi sirkular yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas, melalui pemanfaatan sampah plastik mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga menjadi material bernilai guna,” ucapnya.

”Sampah  ekosistem daur ulang melalui produk cacahan plastik sesuai standar teknis Kementerian Pekerjaan Umum,” ungkap Edi

 Baca Juga: Sharing Underpass Belum Pasti, Wali Kota Lebih Pilih Tuntaskan Sampah, Akan Sampaikan Ini ke Gubernur Bali

Pihaknya  telah lakukan  pembangunan jalan dengan aspal plastik sepanjang 120,8 kilometer di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Capaian ini menunjukkan besarnya peluang pemanfaatan sampah plastik pascakonsumsi sebagai material campuran aspal yang bernilai guna tinggi.***

Editor : M.Ridwan
#aspal plastik #sampah #bima arya #Wamendagri Bima Arya #bali #sampah plastik