RADAR BALI - Hingga hari ke-8 operasi pencarian dan penyelamatan, sebanyak 12 korban meninggal ditemukan tim SAR gabungan.
Jenazah seorang pria ditemukan nelayan bernama Miftahul Rahman di pesisir Pantai Pebuahan, Banyubiru, Jembrana, pada Rabu (9/7) sekitar pukul 07.00 WITA.
Korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari bibir pantai. Korban mengenakan celana pendek warna hitam dan baju warna hitam.
Setengah jam kemudian, tubuh seorang laki-laki ditemukan empat nelayan sekitar 2 kilometer lepas Pantai Pebuahan, Jembrana, sekitar 25 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
Kedua jenazah telah dibawa dari RSUD Jembrana ke posko identifikasi di RSUD Blambangan, Banyuwangi.
Sementara itu, DVI Polda Jatim pada Selasa kemarin berhasil mengidentifikasi dua korban KMP Tunu Pratama Jaya.
Jenazah dalam kantung nomor 009 teridentifikasi atas nama Muhammad Aris Setiawan asal Blitar.
Sedangkan jenazah di kantung nomor 010 teridentifikasi atas nama Ridho Anggoro asal Kabat, Banyuwangi.
Korban yang merupakan sopir mobil travel tersebut tidak tercantum dalam manifes penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.
Adapun daftar korban meninggal sebagai berikut:
1. Anang Suryono (Probolinggo)
2. Eko Sastriyo (Banyuwangi)
3. Elok Rumantini (Banyuwangi)
4. Cahyani (Banyuwangi)
5. Fitri April Lestari (Banyuwangi)
6. Afnan A Mustofa (Banyuwangi)
7. I Kadek Oka (Klungkung, Bali)
8. Daniar Nadief Insaqi (Glenmore, Banyuwangi)
9. Muhammad Aris Setiawan (Babatan, Blitar)
10. Ridho Anggoro (Kabat, Banyuwangi)
Atas dasar kemanusiaan dan masih ditemukannya korban dalam dua hari terakhir, Basarnas memutuskan operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya diperpanjang selama tiga hari hingga Jumat (11/7). ***
Editor : Ibnu Yunianto