Dua Jenazah Kembali Ditemukan, Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Diperpanjang demi 20 Korban Hilang

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Jumat, 11 Juli 2025 | 21:48 WIB
BEKERJA KERAS MENCARI : Tim SAR gabungan terus bekerja  keras mencari korban KMP Tunu Pratama Jaya yang hilang setelah kapal tenggelam. (m.basir/radar bali)
BEKERJA KERAS MENCARI : Tim SAR gabungan terus bekerja keras mencari korban KMP Tunu Pratama Jaya yang hilang setelah kapal tenggelam. (m.basir/radar bali)

RADAR BALI - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali kembali membuahkan hasil dengan ditemukannya dua jenazah pada Jumat (11/7), hari kesepuluh pencarian.

Penemuan ini menambah jumlah korban meninggal menjadi 15 orang, sementara 20 korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Mengingat kondisi ini dan pertimbangan kemanusiaan, Basarnas mengusulkan perpanjangan operasi SAR.

Penemuan Dua Jenazah

Jenazah pertama ditemukan pada Jumat (11/7) sekitar pukul 09.30 WIB (10.30 WITA) terapung di perairan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.

Jenazah dievakuasi ke darat melalui pelabuhan perikanan Muncar menggunakan RIB Pos SAR Banyuwangi pada pukul 09.50 WIB.

Tidak berselang lama, jenazah kedua ditemukan sekitar pukul 11.19 WIB (12.19 WITA) oleh tim KN SAR 249 Permadi di perairan Blimbingsari, Banyuwangi.

Jenazah ini kemudian dievakuasi ke KN SAR 249 Permadi menggunakan sekoci, lalu dibawa ke darat melalui pantai Boom.

Kedua jenazah tersebut langsung dibawa ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim.

Upaya Pencarian Bawah Air dan Darat

Pada hari kesepuluh pencarian, KRI Spica 934 dan tim ahli Pushidrosal melanjutkan tiga fase pencitraan bawah air menggunakan Magnetometer, Multibeam Echosounder, dan Side Scan Sonar.

Sementara itu, KRI Pulau Fanildo 732 dan KAL Sembulungan bersama tim penyelam melakukan pencarian bawah air dengan ROV.

Tim KNKT yang berada di KN Masalembo juga melakukan rekonfirmasi temuan objek dengan menurunkan ROV, yang mengarah pada Reff 8, berjarak sekitar 3,6 km dari kabel bawah laut PLN yang menyuplai listrik ke Bali.

Upaya bawah air ini dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat keberadaan lima kabel bawah laut PLN yang berjarak sekitar 3,4 kilometer dari tempat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Selain pencarian di perairan, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran melalui jalur darat di sepanjang pesisir pantai baik di sisi Banyuwangi maupun Bali.

Kondisi Cuaca dan Data Korban

Kondisi cuaca di perairan Selat Bali pada hari kesepuluh pencarian didominasi awan tebal, angin bertiup kencang dengan kecepatan 6-20 knot, ketinggian gelombang maksimal berkisar antara 2,5-4 meter, dan kecepatan arus permukaan 2 m/s.

Hingga Selasa malam, data dari Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat 30 korban selamat, 15 korban ditemukan meninggal (satu dalam proses identifikasi), dan 20 korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Usulan Perpanjangan Operasi SAR

Operasi SAR yang sebelumnya telah diperpanjang sejak Rabu (9/7/2025) hingga Jumat (11/7/2025) hari ini, akan kembali diusulkan untuk diperpanjang.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, menyatakan bahwa perpanjangan ini didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan dan masih banyaknya korban yang belum ditemukan.

"Setelah tujuh hari sudah kita perpanjang, dan kita juga lihat suasana keluarga korban dan kita sendiri yang mempublikasikan dan hadir di sini, kita semua adalah manusia-manusia berintegritas kepada masyarakat dan negara kita," ujar Ribut Eko Suyanto.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan Basarnas akan menyampaikan usulan perpanjangan ini kepada pimpinan.

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu, 2 Juli 2025, mengangkut 53 penumpang, 12 ABK/kru, dan 22 unit kendaraan. ***

 

 

 

 

 

 

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Banyuwangi, Radar Bali
KMP Tunu Pratama Jaya selat bali muncar ketapang gilimanuk jembrana kapal tenggelam korban ditemukan Posko SAR basarnas banyuwangi pantai boom