Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengenal 10 Jenis Kebaya Tradisional dan Ciri Khasnya

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 25 Juli 2025 | 13:26 WIB
WARISAN DUNIA - Jenis-jenis kebaya tradisional
WARISAN DUNIA - Jenis-jenis kebaya tradisional

RADAR BALI - Salah satu warisan budaya yang terus dilestarikan adalah kebaya, yang pada 4 Desember 2024, diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Kebaya merupakan simbol keanggunan perempuan Indonesia dan mencerminkan kekayaan seni serta tradisi dari berbagai daerah.

Karena Indonesia terdiri dari berbagai daerah, kebaya hadir dalam beragam variasi, masing-masing mencerminkan adat dan budaya setempat.

Berikut adalah 10 jenis kebaya tradisional Indonesia beserta ciri khasnya yang unik.

1. Kebaya Jawa Klasik

Kebaya Jawa adalah busana tradisional yang jejaknya dapat ditelusuri hingga era Kerajaan Majapahit pada abad ke-15.

Awalnya, busana ini dikenakan oleh para bangsawan di lingkungan keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Ciri Khas:

 2. Kebaya Kutubaru

Merupakan salah satu varian kebaya Jawa yang paling populer, Kebaya Kutubaru muncul pada akhir abad ke-18.

Model ini kemudian menjadi identik dengan pakaian para perempuan dari berbagai kalangan.

Ciri Khas:

3. Kebaya Kartini

Model kebaya ini dipopulerkan oleh pahlawan emansipasi wanita, R.A. Kartini.

Kebaya Kartini juga merupakan pengembangan dari model kebaya Jawa klasik.

Ciri Khas:

4. Kebaya Bali

Kebaya Bali mencerminkan sifat ceria dan keanggunan perempuan Bali.

Kebaya ini merupakan pakaian wajib saat hendak beribadah di pura atau menghadiri upacara adat.

Ciri Khas:

5. Kebaya Encim

Kebaya Encim adalah wujud akulturasi budaya yang indah, memadukan pengaruh Betawi, Tionghoa, dan Melayu.

Nama "Encim" sendiri berasal dari bahasa Hokkien yang berarti "bibi".

Ciri Khas:

6. Kebaya Sunda

Sekilas, Kebaya Sunda memiliki kemiripan dengan Kebaya Jawa, namun jika diperhatikan lebih detail, terdapat perbedaan yang menjadi ciri khasnya.

Ciri Khas:

 7. Kebaya Rancongan (Madura)

Kebaya dari Madura ini memiliki sebutan lain Baju Aghungan atau Kebaya Rancong. Desainnya menonjolkan siluet tubuh pemakainya.

Ciri Khas:

8. Kebaya Labuh (Riau)

Berasal dari Kepulauan Riau, Kebaya Labuh memiliki desain yang longgar dan panjang, mirip dengan Baju Kurung khas Melayu.

Ciri Khas:

9. Kebaya Basiba (Minang)

Kebaya Basiba berasal dari Tanah Minang, Sumatera Barat. Modelnya yang longgar dirancang untuk memberikan kenyamanan tanpa meninggalkan kesan anggun.

Ciri Khas:

10. Kebaya Noni

Seiring berjalannya waktu, kebaya menjadi tren fesyen yang juga digemari oleh perempuan keturunan Belanda di Indonesia pada masa kolonial. Mereka mengadaptasi kebaya dengan sentuhan Eropa.

Ciri Khas:

Editor : Ibnu Yunianto
#Hari Kebaya Nasional 2025 #Warisan Budaya Dunia UNESCO #warisan budaya dunia #jenis kebaya untuk Hari Kartini #hari kebaya nasional #hari kartini #kebaya