RADAR BALI - Badan Meteorologi Klimatilogi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi terkait kondisi gelombang laut ekstrem yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran di sejumlah perairan Bali dan sekitarnya.
Gelombang tinggi hingga empat meter diperkirakan terjadi di wilayah perairan selatan Bali pada Selasa (29/7) hingga Rabu (30/7) pukul 20.00 WITA.
Berdasarkan analisis pola angin, wilayah perairan selatan Bali saat ini mengalami hembusan angin dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan mencapai 8-25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam.
Ombak setinggi 2,5 meter hingga 4 meter berpotensi terjadi di jalur penyeberangan Sanur-Nusa Penida.
Sementara di Selat Badung, angin bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 6-20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam.
Peringatan ini ditujukan khususnya kepada nelayan dan operator kapal feri yang melintasi jalur perairan tersebut.
Di Selat Badung yang melayani penyeberangan Kusamba-Nusa Penida, tinggi gelombang terkategori rendah dengan ketinggian mencapai 0,5 meter hingga 1,25 meter.
Di Selat Lombok bagian utara yang melayani penyeberangan Padangbai-Lembar, angin diperkirakan mencapai 6-20 knots dengan tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter.
Perahu nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan apabila angin mencapai kecepatan lebih dari 15 knot (27 km/jam) atau gelombang melebihi 1,5 meter.
Sementara untuk kapal feri, bahaya mengintai bila angin melebihi 21 knot dan gelombang mencapai 2,5 meter.
Sebagai informasi, perairan selatan Bali dikenal sebagai jalur utama kapal perikanan tangkap.
Selat Bali menjadi penghubung utama penyeberangan feri antara Jawa dan Bali, sedangkan Selat Lombok menghubungkan penyeberangan antara Lombok dan Bali.
Selat Badung sendiri merupakan jalur pelayaran wisata dari Denpasar ke Nusa Penida dan Klungkung, serta menjadi rute penting menuju kawasan timur Indonesia.
Sedangkan Selat Lombok juga menjadi jalur pelayaran wisata ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
BMKG mengimbau seluruh pelaku aktivitas kelautan untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan menghindari pelayaran selama periode gelombang tinggi berlangsung. ***
Editor : Ibnu Yunianto