Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Bali, Waspadai Ombak hingga 5 Meter

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 6 Agustus 2025 | 18:18 WIB

DIHAJAR OMBAK BESAR : Perahu nelayan hancur karena dihantam gelombang dan menghantam senderan pantai. (Foto: dok.pribadu Yanto)
DIHAJAR OMBAK BESAR : Perahu nelayan hancur karena dihantam gelombang dan menghantam senderan pantai. (Foto: dok.pribadu Yanto)

RADAR BALI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi dan cuaca laut ekstrem di sejumlah perairan Bali dan sekitarnya yang berisiko mengganggu aktivitas pelayaran dan kelautan.

BMKG memperkirakan gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih akan melanda kawasan Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok, serta perairan utara dan selatan Bali pada Selasa, 6 Agustus 2025, hingga Rabu, 7 Agustus 2025.

Tinggi Gelombang dan Kecepatan Angin

Berdasarkan pantauan terbaru:

Sementara itu, ketinggian ombak di sejumlah titik wisata pantai populer juga mengalami peningkatan, dengan kecepatan angin cukup signifikan:

BMKG menegaskan bahwa gelombang setinggi 2,5 meter atau lebih berpotensi berbahaya bagi kapal feri dan perahu nelayan.

Bagi perahu kecil dan kapal cepat, angin lebih dari 15 knot (27 km/jam) atau gelombang di atas 1,5 meter dapat mengancam keselamatan.

Untuk kapal feri, batas bahaya adalah angin lebih dari 21 knot dan gelombang mencapai 2,5 meter.

Khusus di jalur penyeberangan Sanur–Nusa Penida dan Kusamba–Nusa Penida, serta rute wisata ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air melalui Selat Lombok, potensi gangguan pelayaran semakin besar.

Jalur Vital yang Terdampak

Perairan yang disebutkan merupakan jalur utama pelayaran dan perikanan, seperti:

  • Selat Bali – penghubung feri antara Jawa dan Bali

  • Selat Lombok – penghubung antara Bali dan NTB

  • Selat Badung – jalur wisata utama dari Denpasar menuju Nusa Penida dan kawasan timur Indonesia

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau seluruh pelaku aktivitas kelautan—baik nelayan, operator kapal wisata, maupun feri penyeberangan—untuk meningkatkan kewaspadaan, menunda pelayaran jika perlu, dan terus memantau informasi cuaca maritim terbaru dari kanal resmi BMKG. ***

 

 

 
Editor : Ibnu Yunianto
#selat lombok gelombang tinggi #bali weather #selat bali #bmkg #ombak tinggi #Perairan Selatan Bali #Selat Lombok #selat badung #gelombang tinggi #perairan utara bali