Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Profil Tandyo Budi Revita, Pilihan Prabowo untuk Jabatan Wakil Panglima TNI. Pernah Jabat Komandan Rindam IX/Udayana

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:58 WIB
STRATEGIS - Jenderal Tandyo Budi Revita yang dilantik Prabowo sebagai wakil Panglima TNI.
STRATEGIS - Jenderal Tandyo Budi Revita yang dilantik Prabowo sebagai wakil Panglima TNI.

RADAR BALI - Letnan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Panglima TNI dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Minggu (10/8/2025).

Dalam prosesi tersebut, pangkat jenderal kelahiran Solo tersebut dinaikkan menjadi jenderal bintang empat.

Tandyo Budi Revita lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Besar di Pajang, Sukoharjo, ayahnya berprofesi sebagai guru.

Jenderal Tandyo memiliki seorang kakak, yakni Mayjen TNI (Purn.) Nugroho Budi Wiryanto yang pernah menjadi Pangdam III/Siliwangi dan Wakil Inspektur Jenderal TNI AD. 

Tandyo lulus Akademi Militer 1991 bersama dengan Panglima TNI Agus Subiyanto dan telah mengabdi lebih dari 30 tahun di TNI AD, meniti karier dari medan operasi hingga jabatan strategis.

Perwira yang lahir di Kostrad ini meniti karir dari Komandan Tim Khusus Combat Intelligent Yon Linud 330/Tri Dharma yang berbasis di Nagrek, Bandung.  

 

Tandyo memiliki pengalaman operasi militer, termasuk di Papua, dan terlibat dalam pengembangan kebijakan pertahanan di Kementerian Pertahanan pada periode 2018–2023.

Pelantikan Tandyo sebagai Wakil Panglima TNI menandai berakhirnya kekosongan jabatan tersebut selama 25 tahun.

Posisi ini terakhir dipegang Jenderal Fachrul Razi pada 1999–2000 sebelum dihapus, dan dihidupkan kembali melalui Perpres Nomor 66 Tahun 2019.

Dalam prosesi pelantikan, Prabowo mengganti tanda pangkat Tandyo dari bintang tiga menjadi bintang empat.

Tidak seperti Panglima TNI, penunjukan Wakil Panglima tidak memerlukan persetujuan DPR atau uji kelayakan, sehingga menjadi kewenangan penuh Presiden.

Selain itu, Presiden juga menganugerahkan gelar jenderal kehormatan kepada sejumlah tokoh TNI:

 

Tandyo juga dikenal sebagai penulis buku "Jejak Petarung dari Pajang: Jati Diri, Kepemimpinan, dan Pengabdian".

Buku setebal 208 halaman itu membahas profesionalisme militer, prinsip dasar prajurit TNI, dan pentingnya responsivitas terhadap perubahan.

Dengan rekam jejak panjang di lapangan, kemampuan strategis, serta pengalaman memimpin di berbagai level, Tandyo Budi Revita diharapkan dapat memperkuat soliditas TNI bersama Panglima Jenderal Agus Subiyanto. ***

 

 

 

Editor : Ibnu Yunianto
#solo #Batujajar #ali sadikin #tni #Tandyo Budi Revita #prabowo #TNI AD 2025 #tni ad #pangdam diponegoro #Agus Subiyanto #wakil panglima tni