RADAR BALI - Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat Jenderal Kehormatan bintang empat kepada almarhum Ali Sadikin, mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga tokoh legendaris Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Upacara kehormatan militer digelar di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025), dan penghargaan tersebut diterima secara simbolis oleh putra almarhum, Boy Sadikin.
Ali Sadikin menjadi salah satu dari lima purnawirawan perwira tinggi TNI yang memperoleh penghargaan ini. Empat tokoh lainnya adalah Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Letjen TNI (Purn) M. Herindra, Letjen TNI (Purn) Yunus Yosfiah, dan Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo.
Lahir di Sumedang pada 7 Juli 1927, Ali Sadikin menempuh pendidikan di Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT) — kini Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang — dan lulus pada 1945.
Karier militernya dimulai di Seksi Angkatan Laut Badan Keamanan Rakyat, cikal bakal TNI AL. Ia kemudian bergabung dengan Korps Komando Operasi (KKO), pendahulu Korps Marinir, dan dikenal sebagai perwira yang tegas dan disiplin.
Selama karier militernya, Ali pernah menjabat Wakil Panglima KKO AL, Komandan Pusdiklat KKO AL, Deputi II Panglima Angkatan Laut, hingga Menteri Perhubungan Laut.
Pada 28 April 1966, Presiden Soekarno melantik Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Jakarta masih tertinggal dalam infrastruktur dan fasilitas umum.
Selama 11 tahun masa jabatannya (1966–1977), Bang Ali — sapaan akrabnya — mengubah wajah ibu kota melalui proyek-proyek besar, di antaranya: Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, Kota Satelit Pluit, Pelestarian budaya Betawi di Condet, Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair).
Bang Ali juga memperbaiki sistem transportasi dengan mendatangkan bus-bus kota baru, membangun halte nyaman, dan menata trayek angkutan umum.
Meski banyak berjasa, Bang Ali juga dikenal sebagai figur kontroversial. Ia melegalkan perjudian pada 1967 untuk meningkatkan pendapatan daerah, yang hasil pajaknya digunakan membiayai pembangunan.
Ketika mendapatkan tentangan, Ali Sadikin dengan santai meminta para tokoh agama untuk tidak melewati jalan-jalan di Jakarta karena semua dibangun dengan uang judi.
Ia juga mengembangkan sektor hiburan malam dan membangun kompleks lokalisasi Kramat Tunggak di Jakarta Utara. Terlepas dari kontroversinya, strategi pembiayaan kreatifnya membuat Jakarta mampu membiayai banyak proyek tanpa bergantung pada pendanaan pemerintah pusat.
Empat Tokoh Lain Penerima Jenderal Kehormatan
Selain Ali Sadikin, empat tokoh purnawirawan TNI juga menerima pangkat kehormatan dari Presiden Prabowo. Prabowo menyebut para penerima penghargaan sebagai “prajurit-prajurit teladan yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.”
Dia menekankan bahwa penghargaan ini adalah warisan moral bagi generasi penerus TNI.
-
Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin
Mantan Pangdam Jaya dan Sekjen Kementerian Pertahanan. Pernah menjabat Wakil Menteri Pertahanan periode 2010–2014. Saat ini menjabat Menteri Pertahanan di kabinet Prabowo. -
Letjen TNI (Purn) M. Herindra
Lulusan Akademi Militer 1987 yang pernah menjadi Pangdam III/Siliwangi, Asisten Operasi Panglima TNI, dan Wakil Menteri Pertahanan. Kini menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). -
Letjen TNI (Purn) Yunus Yosfiah
Lulusan AMN 1965 yang dikenal sukses memimpin operasi militer di berbagai daerah. Terakhir menjabat Menteri Penerangan pada era Presiden BJ Habibie. Yunus Yosfiah adalah orang di balik kebebasan pers di Indonesia dengan mencabut Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) yang menjadi instrumen Orde Baru untuk mengekang kemerdekaan berbicara. -
Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo
Pria kelahiran Klaten ini pernah menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Komandan Jenderal Kopassus, Pangdam Jaya, dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan. ***
Editor : Ibnu Yunianto