RADAR BALI - Manchester United menutup bursa transfer musim panas 2025 dengan langkah mengejutkan.
Setan Merah resmi mendatangkan kiper Timnas U-21 Belgia, Senne Lammens, dari Royal Antwerp dengan biaya transfer 21 juta Euro plus bonus.
Keputusan ini memicu perdebatan, sebab sebelumnya MU santer dikaitkan dengan kiper top Aston Villa sekaligus juara dunia, Emiliano Martinez.
Namun, manajemen Setan Merah memilih Lammens—sebuah keputusan yang dinilai lebih rasional untuk jangka panjang.
Kegagalan Onana dan Bayindir
Langkah United merekrut kiper baru tak lepas dari rapuhnya sektor penjaga gawang. Andre Onana kerap tampil inkonsisten, termasuk blunder di laga Liga Champions kontra Bayern Munchen serta kesalahan fatal di Premier League melawan Brentford.
Sementara itu, Altay Bayindir yang semula diharapkan bisa jadi pelapis, justru membuat kesalahan distribusi saat melawan Wolverhampton dan beberapa kali kalah duel udara.
Kondisi ini membuat lini belakang MU sering kehilangan rasa aman.
Statistik Gemilang Lammens di Antwerp
Berbeda dengan dua kiper United itu, Lammens justru bersinar di Royal Antwerp.
Secara awam, ada alasan kuat untuk percaya bahwa ia mencegah timnya kebobolan lebih dari selusin gol tambahan musim lalu.
-
Selisih ekspektasi gol pasca-tembakan (PSxG): +14,5, peringkat kedua Liga Pro Belgia (di bawah Davy Roef/Gent +16,7) dan peringkat ketiga dari delapan liga top Eropa.
-
Penyelamatan terbanyak di liga: 127 kali.
-
Rasio tembakan-ke-penyelamatan: 81,4 persen, tertinggi di Belgia.
-
Spesialis penalti: Menyelamatkan 5 dari 7 penalti musim lalu—terbaik di antara semua kiper di 10 liga top Eropa.
-
Dominasi udara: Menghentikan 44 umpan silang, terbanyak di liga.
Tekniknya dalam menjaga dada tetap tegak lurus dan keseimbangan hingga detik terakhir membuat penyerang lawan dipaksa mengambil keputusan sulit.
Gayanya menggunakan kaki dalam duel jarak dekat mengingatkan publik pada David de Gea di masa jayanya sebelum 2019 dengan “teknik blok” khasnya.
Tak hanya refleks, Lammens juga agresif dalam duel udara, sering keluar menjemput bola layaknya Martinez di Aston Villa. Hal ini jadi kualitas yang sudah lama hilang dari penjaga gawang MU.
Jadon Sancho Penyebab Gagal Transfer Martinez
Faktanya, Martinez sempat sangat dekat ke Old Trafford. United bahkan menyiapkan skema barter sensasional: Jadon Sancho ditukar langsung dengan Emiliano Martinez.
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, valuasi kedua pemain sekitar £25 juta, sehingga pertukaran dinilai saling menguntungkan.
Namun, rencana itu kandas lantaran Sancho menolak pindah permanen dan hanya bersedia hengkang dengan status pinjaman.
Alhasil, kesepakatan gagal dan MU pun mengalihkan fokus ke Lammens.
Lebih Rasional untuk Jangka Panjang
Meski Martinez lebih berpengalaman, manajemen MU menilai perekrutan Lammens sebagai investasi masa depan yang lebih rasional.
Dengan usianya yang masih 23 tahun, ia diproyeksikan menjadi pondasi utama pertahanan Setan Merah sekaligus kandidat penerus Thibaut Courtois di timnas Belgia.
Rekrutan ini menandai strategi baru United: bukan hanya mencari solusi instan, melainkan membangun fondasi kuat yang bisa bertahan bertahun-tahun.***
Editor : Ibnu Yunianto